Pendahuluan
- Setelah kita mempelajari beberapa hal penting yang berkaitan dunia bisnis/usaha, mulai dari minggu pertama kemaren, yakni: Rahasia Berhasil Tapi Tetap Rendah hati dan Ketika Bisnis Terdampak Krisis. Maka pada hari ini saya akan berbagi kepada kita sekalian sebuah topik pembahasan yang baru, yakni: Prinsip Mengelola Usaha Yang Berhasil.
- Adapun prinsip – prinsip yang akan kita pelajari dalam pertemuan ini adalah prinsip yang diajarkan oleh Alkitab. Alasannya adalah karena prinsip Firman Tuhan memang telah terbukti berhasil dalam menghadapi berbagai terpaan badai/krisis, bahkan berhasil dalam jangka panjang serta dapat menjawab semua musim dan tantangan.
- Bd: Firman Tuhan membangun seluruh struktur yang digunakan dalam menjalankan bisnis. Ia merupakan satu dasar dari sebuah bangunan. Oleh sebab itu, prisnsip Firman dalam menjalankan bisnis tidak diberikan dengan “gaya kafe” . artinya, kita tidak boleh mengambil dan memilih mana yang kita sukai saja kemudian mengabaikan yang tidak kita sukai.
- Bd: Seseorang dapat mendirikan suatu rumah (bisnis) tanpa memiliki dasar yang kuat, namun ketika angin menerpa dan ombak menghantam, maka bisnis yang kita dirikan itu akan roboh (Mat 7;24-25).
Prinsip mengelola uasaha yang berhasil?
- Pertanyannya adalah, apakah prinsip dalam mengelola usaha yang berhasil menurut Alkitab? Ada beberapa, antara lain:
- Jadilah Rendah Hati (Flp 2;5-8)
- Melalui tulisan rasul Paulus ini, kita diminta agar mengikuti teladan yang diperlihatkan oleh Yesus Kristus semasa hidupNya ketika Ia melayani bersama para murid – muridNya. Teladan yang diperlihatkan tersebut adalah RENDAH HATI. Yakni, Ia rela melepaskan tahta surgawiNya demi hidup sebagai manusia biasa diantara umat ciptaanNya.
- Bahkan para pakar kepemimpinan sekuler mengerti bahwa pemimpin – pemimpin yang hebat adalah mereka yang rendah hati, serta yang mampu menjadikan orang – orang yang dipimpinnya menjadi besar.
- Menjalankan usaha, atau memimpin suatu organisasi membutuhkan karakter yang tangguh, yakni rendah hati. Ia percaya bahwa ia ada diposisi seperti sekarang ini adalah karena kemurahan Tuhan.
- Ciri orang yang rendah hati ketika menjalankan usaha:
- Menyadari bahwa Kristus harus menerima kemuliaan melalui karir kita (Kol 3;17).
- Miliki roh yang positif (Flp 2;14).
- Memperhatikan ucapannya (Ams 8;8).
- Terus belajar (Ams 1;5).
- Jaga integritas (Ams 2;7. Mzm 18;23).
- Ketika kita bekerja dibidang politik, sektor profesional, dunia usaha dan pelayanan gereja, kita adalah utusan Kristus, dan Kristus harus dimuliakan melalui pekerjaan tersebut.
- Demi memenangkan persaingan, mendapatkan proyek/promosi, seseorang dapat saja tergoda untuk melakukan kompromi dengan mengorbankan prinsip – prinsip kebenaran, apalagi bila hasilnya menggiurkan.
- Integritas kita sangat berharga. Jangan biarkan siapapun atau apapun menghancurkan integritas kita. Firman Tuhan penuh dengan janji – janji bagi mereka yang menghormatiNya (I Sam 2;30. Pengk 10;1).
- Ciri orang yang menjaga integritas dalam dunia usaha:
- Bekerja keras (Ams 10;4, 21;5, 27;33).
- Memuliakan Tuhan dengan kekayaannya (Ams 3;9, 11;25).
- Mengendalikan kemarahan (Ams 15;18, 16;32, 29;11. Kol 3;8).
- Mencari nasehat yang baik (Ams 11;14, 13;18).


