EKSIS WALAU DITERPA KRISIS (KEJ 26:1-6,12-13)

financial crisis, stock exchange, trend-544944.jpg

Pendahuluan

  • Jika kita memperhatikan serta merenung – renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang dicatat dalam ayat bacaan kita ini, secara cermat dan hati – hati, maka kita  akan menemukan bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah ingin memberitahukan kepada kita sekalian, bagaimana Ishak dapat bertahan bahkan eksis walau sedang diterpa krisis.
  • Dari mana kita mengetahui bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, sedang menyampaikan kepada kita sekalian bahwa Ishak dapat bertahan, bahkan eksis walau ia diterpa oleh krisis?   
  • Kita mengetahuinya dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;12 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Maka menaburlah Ishak ditanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan…
  • Kata, “Sebab ia diberkati Tuhan” adalah menunjuk pada bagaimana Ishak dapat bertahan bahkan tetap eksis walau sedang diterpa oleh krisis. Eksis artinya adalah,  tetap ada bahkan berkembang, tidak rebah/kalah, tetap teguh bahkan bertambah tangguh.

Sekilas tidak ada yang luar biasa dalam diri Ishak

  • Jika kita memperhatikan kisah kehidupan Ishak dan keluarganya (Kej 23-27), maka kita akan menemukan bahwa: secara sekilas kehidupan Ishak adalah biasa – biasa saja; tidak ada sesuatu yang besar yang ia lakukan terhadap Allah/keluarganya, tidak pernah mencapai hal yang luar biasa, tidak menggugah semangat/tidak agresif.  
  • Alkitab juga melaporkan bahwa, kisah kehidupan Ishak tampak jauh berbeda dengan karakter Abraham ayahnya, dan Yakub anaknya. Kedua orang itu melakukan hal – hal hebat; berperang melawan musuh, berjuang mendapatkan penghidupan, bahkan mengerjakan hal – hal luar biasa bagi Tuhan dan keluarganya.
  • Bd: Penulis Alkitab memaparkan secara panjang lebar kisah kehidupan Abraham, yakni lebih dari 15 pasal, Yakub lebih dari 10 pasal, tetapi Ishak hanya 5 pasal. 
  • Bd: Satu – satunya hal menarik dan istimewa yang diajarkan oleh kehidupan Ishak adalah, eksis walau berkali – kali diterpa krisis.

Rahasia keberhasilan Ishak 

  • Pertanyaannya adalah, apa yang membuat Ishak tetap eksis pada saat ia diterpa krisis, dan apa rahasianya? Mari kita pelajari dan kita aplikasikan dalam hidup kita sehari – hari. Supaya dengan demikian setiap kita bisa bertahan bahkan eksis dalam menghadapi krisis yang sedang terjadi hari – hari ini.
  • Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh Ishak  ketika ia diterpa oleh berbagai krisis pada kala itu, antara lain adalah:
  1. Bersandar Pada Allah (Kej 25;21)
    • Perhatikan kalimat yang berbunyi: Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; Tuhan mmengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.
    • Kata, “Berdoalah Ishak kepada Tuhan” menjelaskan kepada kita sekalian tentang, bagaimana gaya hidup yang dibangun oleh Ishak sepanjang hidupnya, yakni gaya hidup bersandar pada Allah. Itu sebabnya, setiap ada masalah/pergumulan, ia langsung berdoa.
    • Gaya hidup ini bukanlah merupakan gaya hidup yang dibangun berdasarkan situasi dan kondisi? Ini telah dibangun oleh Ishak sejak dari masa mudanya (Lih, 22;1-10 ; 24;1-67 ; 25;21 ; 26;2,25).
    • Disamping untuk memurnikan iman dan menumbuhkan karakter unggul dalam diri kita, maksud lain dari hadirnya krisis dalam hidup kita adalah: untuk mengungkap kepada apa dan siapa kita bersandar selama ini? Kepada Tuhan, pekerjaan atau uang?
      • Ketika seseorang menjadi cemas/kuatir secara berlebihan, itu menjelaskan bahwa ia bersandar kepada hal yang salah (Bd, Mzm 37;25. Mat 6;33. Yes 35;6 ; 41;18).
      • Krisis/kesulitan tidak pernah dirancang untuk menjatuhkan dan membuat kita tergeletak tetapi sebaliknya, ia dirancang untuk kebaikan/peningkatan kita. Itulah sebabnya mengapa Allah tidak membebaskan/menjauhkan kita dari setiap kesulitan (Bd, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, bangsa Israel, dll).
      • Ada 4 golongan orang yang dihasilkan oleh krisis: Orang yang menjadi korban, orang yang bertahan, eksis dan menjadi pahlawan. Kita yang mana?

Nyanyian dan perjamuan kudus:

  • Semusim berlalu
  • Tuhan Selalu Menolongku
  • Bukan emas perak bahkan permata

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *