Pendahuluan
- Pada minggu pertama yang lalu, kita belajar dari kitab Rom 12;1-2. Dari keterangan yang disampaikan dalam ayat Alkitab tersebut dapat kita mengerti bahwa: Allah menginginkan agar setiap kita mengejar/ memprioritaskan/ mengutamakan kehendak Tuhan.
- Mengejar kehendak Allah Artinya, tidak cukup hanya sekedar melakukan apa saja yang ingin kita lakukan, dengan alasan yang penting saya melakukan yang baik, dan dengan tulus hati. Tetapi sebaliknya, kita perlu mengerti apakah yang kita lakukan ini merupakan keehendak Tuhan atau bukan?
- Jika kita berpikir: “yang penting, yang saya lakukan ini adalah hal baik dan saya melakukannya dengan tulus”, maka kita disebut oleh Alkitab masih sama seperti orang dunia, yang melakukan apa saja yang ia kira baik untuk dilakukannya tanpa perduli apakah hal tersebut merupakan kehenadak Tuhan atau bukan (Rom 12;2a).
- Bd: Ada dua jenis kehendak Allah, yaitu universal dan spesial (2 Pet 3;9. Mzm 139;13-16).
Mengerti kehendak Allah
- Setelah kita melihat, bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita mengejar, mengutamakan/memprioritaskan kehendak Allah, maka pada hari ini saya akan berbagi kepada kita sekalian mengenai, bagaimana caranya agar setiap kita bisa mengerti kehendak Allah, sebagaimana yang disampaikan dalam Rom 12;2b. Ef 5;17.
- Adapun beberapa cara yang diajarkan oleh Alkitab, yang memungkinkan kita untuk bisa mengerti/menerima kehendak Allah, antara lain adalah:
- Menjadi Persembahan Yang Hidup (Rom 12;1)
- Berdasarkan keterangan ay;1 kitab Roma, tulisan rasul Paulus ini, maka dapat kita mengerti bahwa; tahap pertama yang harus kita lakukan agar setiap kita bisa menerima/mengerti mana yang merupakan kehendak Allah dan mana yang bukan adalah; kita harus menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.
- Menjadi persembahan yang hidup artinya adalah: Berserah penuh kepada Tuhan, tunduk sepenuhnya kepada Allah, berkomitmen total kepada Tuhan. Hal ini sebagaimana layaknya suatu korban yang diletakkkan diatas mezbah, yang tidak bisa memberi komentar dan instruksi/tanah liat yang sedang dibentuk.
- Ini adalah tempat awal/dasar untuk mulai bisa mengerti kehendak Tuhan. Setelah kita berada ditingkat ini barulah kemudian Tuhan memperlihatkan kepada kita secara terus – menerus kehendak-Nya yang baik/berkenan/sempurna. Artinya, kita tidak bisa melangkahi anak tanggga ini dan langsung menuju kehendak Allah yang lebih besar.
- Bd: Alasan mengapa banyak orang sibuk untuk memajukan diri sendiri, menuntut penghargaan, memperlihatkan kepada setiap orang betapa berharga dan pentingnya mereka? Karena mereka tidak mempercayai Tuhan dalam memajukan mereka.
- Bd: Ayub menjalani sembilan bulan masa – masa sukar namun tetap sabar dan berkomitmen kepada Tuhan sehingga ia dipulihkan (Ayb 42;10).
- Percaya atau tidak: Allah lebih cerdas, lebih tau banyak dari kita, dan lebih canggih dari semua tekhnologi yang ada. Dia bisa mengarahkan hidup kita lebih baik dari yang kita bisa. Oleh sebab itu, berhentilah bersandar pada pengertian sendiri (Ams 3;5).
Mengapa harus menjadi persembahan yang hidup?
- Setelah mendengar penjelasan diatas, beberapa diantara kita barangkali bertanya: Mengapa mempersembahkan hidup merupakan tahapan penting dalam mengerti kehendak Allah? Karena Allah menginginkan hati kita lebih dari pada apapun yang telah kita lakukan.
- Dalam perspektif kekekalan, apa yang kita lakukan/persembahkan untuk Tuhan tidaklah sepenting hidup yang kita persembahkan untuk Tuhan. Artinya, Tuhan lebih menginginkan hati kita dari pada harta milik kita, pekerjaan bahkan pelayanan kita.
- Bagaimana mungkin Allah akan menyingkapkan rencanaNya/kehendakNya bagi kita sementara Dia tidak memiliki hati kita?
- Karena bagaimanapun kita akan pergi dan melakukan segala sesuatu dengan cara dan kekuatan kita sendiri.
- Ketika kita mempersembahkan hidup sebagai korban persembahan, itu berarti kita mati terhadap diri sendiri, egoisme dan ambisi – ambisi pribadi dan berserah total pada Tuhan.
- Membaharui Pikiran Dengan Firman (Rom 12;2)
- Disamping menjadi persembahan yang hidup, tahap kedua yang tidak kalah penting untuk kita lakukan agar setiap kita dapat mengerti/menerima kehendak Allah ialah: Kita harus membaharui pikiran kita dengan Firman Tuhan.
- Perhatikanlah kalimat yang berbunyi: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi, berubahlah oleh pembaharuan budimu,… Kata, “berubahlah oleh pembaharuan budimu” adalah menunjuk pada: Tanpa pikiran yang dibaharui oleh Firman Tuhan, kita akan melewatkan berbagai kehendak Allah yang sempurna atas hidup kita/menjadi serupa dengan dunia.
- Mengertikah kita bahwa, bentuk cetakan pikiran orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya adalah berbeda? Oleh karena bentuk cetakannya berbeda maka hasilnyapun menjadi berbeda pula.
- Hasil cetakan dari pemikiran orang yang tidak percaya adalah serupa seperti pemikiran orag duniawi; gelisah, cemas, takut dan tawar hati/kecewa, dsb.
- Hasil cetakan dari pemikiran orang yang percaya adalah serupa dengan Firman Tuhan; Yoh 14;1. Mzm 46;2-3.
- Kata “Berubahlah” dalam bahasa Yunani: Metamorfoo – Metamorfosis. Artinya, proses seekor ulat bulu yang memintal kepompong, dan beberapa waktu kemudian muncul menjadi kupu – kupu. Ini adalah gambaran perubahan yang akan terjadi jika kita membaharui pikiran kita dengan Firman; dari merangkak seperti seekor ulat menjadi terbang dengan indah bagai kupu – kupu.
- Bd: Hidup kita berjalan kearah pemikiran – pemikiran kita (Ams 23;7). Satu – satunya hal yang membuat kita berbeda dari kebanyakan orang adalah ketika kita mengerti apa yang telah Allah lakukan bagi kita, dan kita mau menggunakannya.
Nyanyian dan penyembahan:
Penolong yang selalu setia


