DISUKAI DAN DIKENAN TUHAN (HAK 13;1-5).

Pendahuluan

  • Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;1 dan ay;2 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Orang Israel melakukan pula apa yang jahat dimata Tuhan; sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya. Kemudian dalam ay;2 disampaikan: Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan Dan namanya Manoah; istrinya mandul, tidak beranak.
  • Secara teori, apa yang dicatat dalam ay;1 dan 2 ini sebenarnya tidak berkaitan, atau berbeda kondisi. Tidak ada hubungan antara keluarga yang mandul dengan bangsa yang dijajah. Bangsa yang dijajah biasanya berkaitan dengan urusan politik, pemerintahan atau  dengan pasukan keamanan. Namun berbeda dengan konstruk berpikir Tuhan, dalam pandanganNya, keluarga selalu berkaitan dengan kepentingan banyak orang.
  • Bd:  Alkitab banyak menulis proses kelahiran seseorang yang dihubungkan langsung dengan kondisi politik sebuah bangsa, seperti; Musa, Samuel, Yesus Kristus, dll. Tujuannya ialah, menolong kita mengerti seperti apa rencana Tuhan atas keluarga/seseorang yang dilahirkan ditengah situasi/keadaan yang terjadi, yaitu untuk menggenapi rencanaNya bagi banyak orang (Mzm 139 ;13-16. Yer 1;4-5).
  • Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa keberadaan sebuah keluarga atau pernikahan tidak hanya dikhususkan untuk anggota keluarga atau pasangan suami – istri itu saja, tetapi ada maksud Tuhan atas keluarga/pernikahan tersebut (Ef 5;32).

Keluarga adalah harapan utama Tuhan

  • Kitab suci kita banyak berbicara mengenai keluarga, bahkan lembar pertama dari Alkitab kita berbicara tentang keluarga pertama, yaitu keluarga Adam dan Hawa. Keluarga adalah institusi pertama yang diciptakan Allah, lembaga yang paling dekat di hati Allah dan merupakan harapan utama Tuhan dalam mewujudkan kehendak dan rencanaNya atas bumi.          
  • Untuk menekankan betapa dekat dan melekatnya keluarga di hati Allah, dan bahwa keluarga adalah harapan utama Tuhan dalam mewujudkan rencanaNya, Ia memberikan otoritas kepada keluarga, dan otoritas yang diberikan itu sama besarnya dengan otoritas yang Dia berikan kepada gereja (Kej 1;28. Mat 18;19-20 : 25;1-13). 
  • Bd: Sejak peristiwa di Kejadian 2;15-25, dimana Allah  mempersatukan Adam dan Hawa sehingga keduanya menjadi satu daging. Maka sejak saat itu tidak ada dua orang yang bisa sepakat di dunia ini melampaui suami – istri. Dan Yesus menjamin, jika ada dua orang di dunia ini yang sepakat meminta apa saja, permintaan mereka dikabulkan.  
  • Bd: Saya yakin bahwa yang dimaksud dua orang dalam ayat ini adalah tetap menunjuk pada orang yang sama yaitu suami – istri (ay;19), tetapi yang disebut dengan orang yang ketiga (ay;20), adalah anak yang dilahirkan di tengah – tengah keluarga, yang turut berkumpul dalam Nama Yesus.
  • Kebenaran ini mengajarkan kepada kita bahwa, sebelum Kristus hadir atau bekerja di suatu negeri, disuatu kota, bangsa atau gereja, Dia harus hadir terlebih dahulu di sebuah keluarga/rumah tangga (Lih, Mal 4;5-6. Luk 1;17).       

Allah serius dengan pola hidup keluarga

  • Ketika Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Manoah, disamping memberitahukan kabar tentang kelahiran Simson, Malaikat itu juga menyampaikan perihal pola hidup yang harus dibangun di keluarga itu, yakni memelihara diri dari hal – hal yang dapat mencemari, menjiskan serta menodai tubuhnya (Hak 13;4-5).
  • Dengan kata lain, Malaikat Tuhan ingin mengingatkan Manoah bahwa Allah serius dengan pola hidup yang dibangun oleh setiap individu di keluarga. Allah juga ingin menegaskan bahwa kudus tidaknya sebuah keluarga ditentukan oleh kudus tidaknya setiap pribadi di keluarga tersebut, kudus tidaknya generasi yang dilahirkan ditentukan oleh kudus tidaknya suami – istri (1 Kor 7;13-14).
  • Rasul Paulus juga turut menegaskan bahwa, menjaga kekudusan adalah hal yang sangat serius dihadapan Allah, itu sebabnya ia menggunakan tiga kata lampau ketika menjelaskan konsep keselamatan, yakni; disucikan – tubuh, dikuduskan – jiwa, dibenarkan – roh kita (1 Kor 6;11). Dengan kata lain, Paulus mau memberitahukan bahwa, keselamatan itu tidak hanya sekedar berpindah dari neraka ke sorga tetapi tubuh, jiwa dan roh juga harus turut diselamatkan/dikuduskan.   
  • Bd: Dalam PL, ketika Allah ingin diam di antara bangsa Israel, Ia memerintahkan bangsa itu untuk membangun tempat kudus (Kel 25;8). Dalam PB, setelah tubuh kita dijadikan tempat kediaman Roh Kudus, Ia meminta kita untuk menjauhkan diri dari percabulan/harus hidup kudus (1 Kor 6;18,19-20).  
  • Bd: Definisi percabulan menurut KBI: Segala sesuatu yang berhubungan dengan perkara cabul, yakni; keji, kotor, tidak senonoh, melanggar kesusilaan. Artinya, percabulan belum atau tidak berhubungan seks tetapi pikiran dan perbuatannya sudah mengarah kesana.

Nyanyian dan perjamuan kudus 

  • Berkenan BagiMu (ubah hatiku seperti hatiMu)
  • Sejauh timur dari barat

4 komentar untuk “DISUKAI DAN DIKENAN TUHAN (HAK 13;1-5).”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *