Pendahuluan
Setelah belajar mengenai pribadi yang Dapat Diandalkan pada minggu pertama yang lalu, maka pada hari ini kita akan melanjutkan topik pembahasan tersebut dengan melihat, seperti apa yang dimaksud dengan orang yang dapat diandalkan itu? Bagaimana ciri – cirinya dan apa yang diperbuatnya sehingga ia disebut sebagai orang yang dapat diandalkan? Berikut penjelasannya.
- Orang yang pola pikirnya bijak dan tulus (Mat 25;16-18).
Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan bahwa: orang yang menerima 5 dan 2 talenta itu segera pergi lalu menjalankan uang tuannya itu, dan mereka beroleh laba, ada yang 5 dan ada yang 2 talenta. Berbeda dengan hamba yang menerima 1 talenta itu, ia segera pergi dan menggali lobang untuk menyembunyikan uang tuannya itu karena dalam pikirnya, tuannya itu adalah tuan yang kejam (Mat 25;24-25). Ini adalah cerminan dari pola pikir yang tidak bijak dan kepribadian tidak tulus.
- Disebut tidak memiliki pola pikir yang bijak serta tidak berkepribadian tulus karena hamba ini bersikap was – was atau tidak berbaik sangka pada pemimpinnya atau mungkin pada siapapun termasuk pada dirinya sendiri. Jika ada orang yang terus – menerus mengutamakan diri sendiri, agenda dan kepentingannya sendiri melebihi agenda dan kepentingan perusahaan tempat ia bekerja, maka itu adalah bukti bahwa ia tidak bisa diandalkan. Tugas apapun bisa diselesaikan jika kita tidak was – was pada orang lain.
- Penilaian atau pandangan kita terhadap seseorang/pekerjaan/sesuatu dibentuk oleh pola pikir serta niat yang kita bawa pada setiap keadaan/kesempatan yang dihadirkan kehidupan kepada kita, apakah itu baik atau buruk; apa yang kita ketahui/pelajari tentang orang itu dan bagaimana pengalaman masa lalu kita dengan orang itu akan membentuk pola pikir kita tentang orang tersebut. Demikian pandangan seseorang tentang Tuhan, politik, seni, bisnis, dll, semua dibentuk oleh apa yang kita ketahui, temui dan alami.
2. Orang yang konsisten (Mat 25;19-21).
- Ayat Alkitab yang kita baca ini melaporkan bahwa hamba yang menerima 5 talenta ini ternyata adalah hamba yang konsisten dalam perkataan dan juga pekerjaan. Walau tidak mudah menjalankan talenta yang dipercayakan, banyak bujukan dan godaan untuk berhenti dan melupakan termasuk dari salah seorang teman dekatnya yang telah terlebih dahulu menggali lobang dan mengubur talentanya, namun hamba yang menerima 5 dan 2 talenta ini tetap konsisten, dan sebagai hasilnya mereka diberi tanggungjawab yang lebih besar (Mat 25;21,23).
- Konsistensi tidak hanya membutuhkan orang – orang yang berbakat, tetapi juga orang yang memiliki tingkat kedalaman karakter yang memampukan mereka terus berjuang – tidak peduli seberapa lelah, galau, kewalahan dan gentingnya keadaan, kinerja dan semangat mereka tetap stabil dan tetap menjadi pemberi solusi.
- Sikap konsisten ini harus ada pada diri orang – orang kristen, khususnya menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali ini, yaitu kita harus setia, rajin dan konsisten menjalankan talenta yang Tuhan berikan kepada setiap kita, sehingga kita tidak perlu takut menyongsong kedatangan Nya sebab kita tau bahwa kelak kita akan masuk dan disambut dalam KerajaanNya (Mat 25;21,23).
- Disepanjang sejarah, orang – orang yang mencapai kesuksesan adalah orang – orang yang konsisten dan tak tergoyahkan dalam keyakinan/iman termasuk pada diri sendiri. Mereka percaya pada bakat, kemampuan, panggilan/alasan mengapa mereka dilahirkan, terlepas dari kenyataan bahwa ada juga orang – orang yang menentang mereka.



https://shorturl.fm/FIJkD
https://shorturl.fm/N6nl1
https://shorturl.fm/hQjgP
Drive sales, collect commissions—join our affiliate team! https://shorturl.fm/aM7Wn
Become our partner and turn referrals into revenue—join now! https://shorturl.fm/NAoQS
Monetize your traffic instantly—enroll in our affiliate network! https://shorturl.fm/tZ5CN
https://shorturl.fm/WlPEl
https://shorturl.fm/xxKmm
https://shorturl.fm/mO4rk
https://shorturl.fm/qVfKs
https://shorturl.fm/39AEL
https://shorturl.fm/j0Raz