Pendahuluan
- Jika kita memperhatikan bunyi kalimat demi kalimat yang diuraikan dalam perikop bacaan kita ini, maka kita akan mengerti bahwa kekristenan, gereja, tubuh Kristus merupakan sesuatu yang sangat berbeda, bertentangan, berlawanan dengan prinsip dan nilai-nilai dunia pada umumnya atau merupakan suatu paradoks.
- Gereja tidak sama dengan yang diperkirakan oleh banyak ahli pada umumnya, dimana kita bisa melakukan, memiliki, mengerjakan apa saja yang kita suka, dll. Gereja berbeda/ bertentangan dengan konvensional atau kebiasaan pada umumnya. Baik dalam hal nilai, kultur, pola pikir, perkataan, gaya hidup termasuk perbuatan.
- Melalui Firman Tuhan yang kita baca ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa keberadaan orangorang percaya (Kristen) tidak berasal dari dunia ini tetapi dari Sorga. Itu sebabnya ia berkata: Kewarganegaraan kita adalah di dalam sorga (Flp 3;20). Karena itu kita harus berdiri dengan teguh di dalam Tuhan (Flp 4;1).
- Dengan kata lain ayat Alkitab ini mau menjelaskan bahwa, adapun keberadaan kita di dalam dunia ini adalah sebagai orang yang dipanggil/dipilih Tuhan dari dunia ini, lalu ditempatkan kembali kedalam dunia sebagai perantau/orang asing untuk membangun nilai, kultur, pola pikir serta bertindak layaknya sebagai warga sorga (1 Pet 2;9,11).
- Karena itu orang beriman (gereja) memang harus berani berhadapan dengan nilai dan prinsip-prinsip yang ditawarkan oleh dunia ini (Lih, Rom 12;2).
Mengapa harus berkonfrontasi dengan nilai-nilai duniawi
- Dalam suratnya kepada jemaat di kota Filipi yang kita baca ini, rasul Paulus ternyata tidak hanya sekedar memberitahukan perihal keberadaan orang percaya di dunia ini. Tidak hanya sekedar mendorong orang beriman untuk berani berkonfrontasi/ berhadapan dengan nilai, kultur, prinsip serta pola pikir duniawi.
- Rasul Paulus juga memberitahukan beberapa alasan mengapa gereja (orang percaya) harus berani berkonfrontasi/berhadapan/berlawanan dengan nilai-nilai duniawi tersebut. Adapun beberapa alasan yang dijelaskan adalah:
- Konfrontasi adalah kunci memperoleh kemenangan (Flp 3;18-19).
- Perhatikan kalimat yang dicatat dalam ay;18c ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Banyak orang yang masih hidup sebagai seteru salib Kristus. Perhatikan kalimatnya berkata, “hidup sebagai seteru salib Kristus”, bukan seturut salib kristus.
- Hidup sebagai seteru salib Kristus artinya adalah tidak bersedia berkonfrontasi dengan nilai, pola pikir, kultur serta gaya hidup duniawi, sebaliknya mereka malah berlawanan dengan salib Kristus, yaitu nilai atau gaya hidup Kerajaan Allah.
- Akibatnya ialah kebinasaan ((Flp 3;19).
- Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti betapa pentingnya berani…
- Bd: Hal bahwa seseorang disebut sebagai seteru dengan salib Kristus adalah: Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Itu sebabnya kesudahan mereka ialah kebinasaan (Flp 3;19).
Wilayah hukum roh
- Dalam kitab Ef 6;12 disampaikan bahwa: Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Artinya, bahwa medan peperangan orang Kristen itu berada di wilayah hukum roh bukan hukum daging.
- Rasul Paulus menyingkapkan bahwa satu-satunya kunci untuk bisa mengalami kemenangan atas medan peperangan yang berada di wilayah hukum roh adalah dengan menerima dan menerapkan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dengan nilai/prinsip-prinsip duniawi. Tidak ada pilihan lain selain daripada itu (Ef 6;11,13).
- Bd: Berani berhadapan dengan prinsip/nilai-nilai duniawi adalah senjata yang sangat ampuh untuk mengalahkan musuh kita si iblis. Mengapa? Lusifer si iblis pernah gagal dalam mengamalkan prinsip yang berlaku di sorga ini dan akhirnya ia dilemparkan ke bumi.
- Melalui orang percaya Allah ingin memperlihatkan bahwa prinsip ini bisa diamalkan (Ibr 2;6-7).
Cara kerja Tuhan bertentangan dengan cara kerja dunia
- Jika kita memperhatikan cara kerja Tuhan dalam menolong umatNya yang sedang terpuruk oleh perbuatan musuh sebagaimana dicatat di dalam pasal-pasal kitab suci kita, maka kita akan menemukan bahwa kebanyakan cara kerja Tuhan adalah bertentangan (paradoks) dengan cara kerja dunia. Bahkan nabi Yesaya turut menegaskan hal tersebut (Yes 55;8-9).
- Tuhan tidak mencari orang-orang yang kuat untuk menyatakan diriNya kepada dunia. Sebaliknya, ia mencari semua orang yang lemah, dipandang rendah dan berdosa, kemudian Ia mendiami mereka dengan kekuatanNya sendiri. Ia datang bukan untuk memberikan kekuatan tapi unntuk menjadi kekuatan bagi mereka yang bergantung pada Dia.
- Untuk merebut sebuah kota yang sangat kuat dan dipersenjatai dengan lengkap Yosua diminta berdiam diri selama seminggu dan diikuti suatu sorak sorai dihari terakhir (Yos 6;1-27).
- Tuhan meminta Gideon untuk mengurangi jumlah pasukan sehingga menjadikan kekuatan musuh jauh lebih unggul secara jumlah yang mana awalnya kekuatan Gideon 4;1 kini menjadi 40;1, dan Gideon melakukannya.
- Dan lain-lain.
Nyanyian penyembahan dan perjamuan kudus:
- Engkaulah perisaiku
- Tenanglah kini hatiku
- Disaat badai bergelora


