MENJADI SEMAKIN LUAS (KIS 1:8).

Pendahuluan

  • Sepenjang dua minggu berturut – turut, kita telah belajar dua topik pembahasan yang berkaitan dengan thema besar di bulan Juni ini, yakni thema BERANI BERSAKSI – DARE TO TESTIFY.
  • Adapun dua topik luar biasa yang telah disampaikan kepada kita adalah:
  1. Tujuan utama dari pemberian/pencurahan Roh Kudus atas orang-orang percaya adalah agar orang percaya berani bersaksi dan menjadi saksi (Kis 1;6-8).
  2. Bahwa menjadi saksi dan bersaksi adalah merupakan hak istimewa yang sangat mengagumkan yang diberikan Allah kepada setiap orang percaya (Kis 1;8).

Mengapa harus menjadi saksi?

  • Minggu ketiga ini, saya  akan mengajak kita kembali kepada Kis 1;8 untuk melihat/mempelajari sisi/makna lain dari pasal 1;8 ini, dengan mengajukan sebuah  pertanyaan, yaitu; Mengapa harus menjadi saksi dan  harus bersaksi? Jawabannya ialah supaya Injil atau gereja  menjadi semakin luas.
  • Perhatikan kalimat yang dicatat dalam ay;8 bagian akhir ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).

Kalimat “kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di…” menjelaskan bahwa Allah menginginkan agar jangkauan Injil (pelayanan/gereja) semakin hari semakin luas, semakin cepat/kuat, semakin besar bahkan sampai ke ujung bumi.

  • Itu sebabnya Yesus berkata dalam amanat agungNya, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu”. Artinya, Yesus tidak ingin gereja berpangku tangan/ duduk santai saja/menunggu orang lain yang datang, gereja harus pergi.

Enggan meninggalkan Yerusalem

  • Jika kita memperhatikan bagian awal kitab Kisah Para Rasul maka kita akan melihat bahwa, walau para murid sudah menerima amanat agung (Mat 20;19), dan bahkan telah dipenuhi Roh Kudus (Kis 2;4) namun mereka masih enggan meninggalkan Yerusalem, bahkan setelah penganiayaan hebat terjadi (Kis 8;1).
  • Alasan mengapa para rasul enggan meninggalkan Yerusalem adalah:  Rasa nyaman dengan pola pelayanan Perjanjian Lama, sehingga walau sudah berada di PB namun masih nyaman (dipengaruhi) dengan pola PL.
    • Pola pelayanan PL adalahSENTRIPETAL artinya: Menarik orang untuk datang sehingga mereka bisa memperoleh berkat Allah. Melalui menjalani kehidupan dalam hadirat Tuhan dan takut akan Tuhan maka mereka akan menarik perhatian banyak orang bahkan bangsa-bangsa ke Yerusalem dan kepada Tuhan (Yoh 4;20-21).
  • Bd: Keengganan Yunus pergi ke kota Niniwe harus dinilai dari sudut pandang metodologi pelayanan PL dimana bangsa lain yang harus datang ke Yerusalem.
    • Kunjungan ratu Syeba ke Istana raja Salomo untuk melihat dan mendengar hikmat Tuhan (1 Raja 10;1-13).
    • Sida – sida dari Etiopia dating ke Yerusalem untuk mencari kebenaran (Kis 8;26-40).
  • Bd: Setelah melalui penganiayaan hebat para rasul belum juga sadar, maka pada tahun 70 Masehi, Tuhan mengijinkan Yerusalem dihancurkan hingga menjadi puing oleh Jendral Titus. Sejak penghancuran itu, para rasul  terpaksa keluar dari Yerusalem dan menyebar ke kota-kota lain.
  • MENURUT TRADISI: Yohanes ke Asia kecil, Petrus ke Roma, Thomas ke India, Andreas ke Rusia, yang lain ke Etiophia, Afrika, Siria dan Arab selatan.

Memiliki tim yang hebat

  • Menyadari bahwa jangkauan Injil (pelayanan/gereja) semakin hari harus semakin luas, semakin cepat/kuat, semakin besar bahkan harus sampai ke ujung bumi, maka memiliki tim yang hebat merupakan syarat mutlak untuk mencapai hal tersebut.
  • Itu sebabnya mengapa Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitanNya secara berulang-ulang dan mengajarkan kepada mereka tentang kerajaan Allah yakni supaya Dia memiliki tim yang hebat  (Kis 1;3).
  • Bahkan tidak berhenti hanya disitu, Yesus juga meminta agar para murid tidak pergi kemana-mana serta tidak meninggalkan ruang pertemuan di loteng Yerusalem sampai mereka menerima pencurahan Rohkudus. Ini juga menggambarkan tentang pentingnya memiliki tim yang hebat. (ay:4-5).
  • Bd: Tim  yang hebat adalah kunci prestasi besar. Tidak ada seorangpun yang bisa menyelesaikan hal yang besar seorang diri. Kepercayaan bahwa satu orang saja bisa melakukan hal yang besar adalah mitos (Bd: Rambo..Lone rangger..dll).
    • Seseorang yang bekerja seorang diri tidak pernah meraih hal yang besar. Perhatikanlah kehidupan orang yang berhasil secara cermat, semua hal dan tindakannya memang seperti dia lakukan secara individual, tetapi kenyataan sesungguhnya adalah usaha kelompok/tim.
    • Pepatah China mengatakan, “Dibalik seseorang yang mampu, selalu ada orang lain yang juga mampu”. Artinya: kerjasama/tim adalah kunci meraih prestasi yang besar.
    • Lyndon Jhonson berkata, “Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan bersama-sama dan sedikit sekali yang bisa kita pecahkan sendirian”.

Nyanyian dan penyembahan:

  • Berikan pada kami hati yang mengasihi
  • menyenangkanMu senangkanMu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *