TEGAR DIMASA SUKAR (AMSAL 24;10).

Pendahuluan

  • Perhatikan kalimat yang dicatat dalam ayat bacaan kita ini secara baik – baik, kalimatnya berbunyi: Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu (Ams 24;10).  Bd: Terjemahan FAYH, Pustaka Si Badia, dll.
  • Kesesakan atau kesukaran adalah bagian yang nyata dalam perjalanan hidup sehari – hari umat manusia. Menghadapi kesukaran adalah bagian terberat dari perjuangan kehidupan.
  • Masing – masing orang menanggapi masa sukar dengan cara yang berbeda – beda. Ada yang rebah/jatuh berantakan, dan ada pula yang tetap tegar, segar bahkan mekar disaat masa sukar menerpa (Mat 7;24-27).
  • Bd: Cara seseorang berekasi terhadap kemalangan (kesukaran) sering sekali ditentukan oleh latar belakang, kedalaman iman, tingkat pengenalan akan Tuhan dan  Firman serta kepribadian orang tersebut.
  • Benar bahwa kita tidak dapat mengubah latar belakang kita, tetapi kita dapat menumbuh – kembangkan iman, pengenalan akan Tuhan dan FirmanNya serta mengubah kepribadian. Oleh sebab itu kitab isa tegar – segar – mekar dimasa sukar.

Tetap tegar, segar bahkan mekar

  • Tuhan Allah melalui penulis kitab Amsal ini, yakni raja Salomo, ingin menyampaikan kepada kita sekalian agar setiap kita tetap tegar, segar bahkan mekar sekalipun berhadapan dengan masa kesesakan – kesukaran – kemalangan. Itulah sebabnya mengapa kalimatnya berbunyi: Jika engkau tawar hati…
  • Allah menginginkan agar respon setiap kita; saat mengalami masa sukar/ kesesakan adalah;  tidak cemas dan bertanya – tanya, mengapa, ada apa, dan kenapa? Sebaliknya Allah ingin agar kita mengerti apa yang harus kita perbuat sehingga kita berkata: Apa yang harus saya lakukan sekarang?  Artinya, jangan kecut/tawar hati (2 Kor 12;10).
  • Bd: Saat masa sukar terjadi, banyak orang tidak tegar. Sebaliknya mereka bertanya – tanya: Mengapa Allah mengijinkan penderitaan? Mengapa kejahatan/ tragedi terjadi berkelanjutan? Kekerasan terjadi terhadap anak – anak, orang tak bersalah mati muda? Mengapa Allah mengijinkan iblis menyakiti manusia?
  • Bd: Mark Twain meninggal sebagai ateis karena pertanyaan – pertanyaan ini dan tragedy yang dialaminya. John Stuart Mill, Edward Jhon Carnel, dll.

Masa sukar tak terelakkan tapi tegar adalah pilihan

  • Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki masa – masa kelamnya sendiri. Dan biasanya, saat – saat yang berat dan menakutkan itu tidak datang sekaligus. Ada kalanya datang sedikit saat kita diusia tertentu, sebahagian ditahun atau bulan tertentu, dst. Ada kalanya waktu berlalunya sangat lama, sedang dan segera.
  • Pada saat masa – masa sukar itu datang sering sekali kepanikan dan tawar hati  melanda. Kita mengira bahwa hari yang indah dan penuh bahagia akan segera berlalu, dsb.   
  • Tantangan saya adalah tetap menatap kedepan dan percaya pada Tuhan dan juga pada janji FirmanNya yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Raja atas semesta, Dia adalah pelindung dan pengambil keputusan terakhir atas alam semesta.
  • Mungkin masa sukar telah menyebabkan kita terpuruk, membuat kita merasa hidup di mesin pengaduk raksasa. Mungkin banyak orang yang panik dan kecut hati. Tetapi percayalah, cepat atau lambat keadaan akan segera pulih kembali. Karena itu putuskanlah untuk tetap tegar – segar – mekar saat berhadapan dengan masa sukar.
  • Bd: Sang Pencipta sudah berfirman, “Tidak ada senjata yang ditempa terhadap kita akan berhasil” (Yes 54;17). Karena itu jangan terkejut, panik dan tawar hati karena goncangan yang terjadi, tetaplah tegar – segar – mekar karena Tuhan yang maha tinggi mengarahkan Langkah – Langkah kita.  

Nyanyian dan penyembahan

  • Engkaulah perisaiku saat badai hidup menerpaku
  • Disaat badai bergelora…
  • Tenanglah kini hatiku…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *