Membangun Pernikahan Yang Sukses (Luk 14:28-30)

heart, wedding, marriage-529607.jpg
  • Jika kita memperhatikan serta merenung-renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati-hati, maka kita akan menemukan bahwa;
  • Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab kita ini adalah, ingin mengajarkan kepada kita sekalian tentang pentingnya membuat suatu perencanaan dalam mencapai sebuah keberhasilan/kesuksesan. Itulah yang sedang ingin disampaikan oleh ayat Alkitab ini.
  • Darimana kita mengetahui bahwa, apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini adalah, ingin mengajarkan kepada kita sekalian tentang pentingnya membuat sebuah perencanaan dalam mencapai kesuksesan?
  • Dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;28 ayat bacaan kita ini. Yakni, kalimat yang berbunyi; Siapa diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya?
  • Bd: Kata, “duduk dahulu membuat anggaran biayanya” adalah menunjuk        pada: membuat sebuah perencanaan untuk sebuah keberhasilan atau        kesuksesan.
  • Perencanaan adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Baik  keberhasilan  usaha, pekerjaan, pendidikan, hubungan, termasuk pernikahan.
  • Saya menemukan bahwa, ada banyak orang bersedia  menginvestasikan waktunya dalam membuat sebuah perencanaan untuk kesuksesan  usaha dan pekerjaannya, juga pendidikannya, tapi tidak untuk pernikahannya.
  • Itu sebabnya kita melihat bahwa, ada banyak orang yang berhasil dalam usaha, pekerjaan dan pendidikannya, tetapi gagal dalam membangun pernikahannya.
  • Belajar dari kebenaran ini dapat kita mengerti bahwa, kesuksesan dalam pernikahan itu tidak terjadi secara otomatis atau kebetulan, melainkan karena direncanakan/dipikirkan.
  • Jangan berpikir bahwa, karena kita menikah dengan pria/wanita yang berpendidikan, berprestasi, punya usaha sendiri, lantas kita   mengira bahwa pernikahan kita sudah pasti sukses? Belum tentu…
  • Jangan juga kita mengira bahwa, karena kita sudah mengenal Tuhan, sudah dipenuhi oleh Rohkudus, lantas kita berpikir bahwa; pernikahan kita akan secara otomatis menjadi sukses atau berhasil? Belum tentu?
  • Salah satu fungsi pelayanan Rohkudus bagi orang percaya adalah; Mengajarkan dan  mengingatkan (Yoh 14;26). Namun apa yang akan Rohkudus ajarkan, jika kita tidak pernah mau duduk untuk diajar?  Bagaimana Rohkudus bisa mengingatkan kita akan sesuatu yang belum pernah diajarkan?
  • Demikianlah halnya dengan pernikahan. Kita tidak mempunyai jaminan sukses dalam pernikahan , apa bila kita tidak mengetahui apa prinsip-prinsip sukses dalam membangun pernikahan itu. Yakni dengan jalan, membuat sebuah perencananan.
  • Misalnya, membuat perencanaan mengenai; bagaimana membangun sebuah komunikasi dalam pernikahan. Bagaimana mengatasi konflik pernikahan, dsb.
  • Bd: Merencanakan sebuah pernikahan untuk sukses, itu artinya; kita memberi perhatian kepada pernikahan itu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *