HIDUP YANG MEMBERI NILAI TAMBAH (EST 2;15-18).

Pendahuluan

  • Setelah belajar dari kitab I Tes 5;11 yang mengajarkan dan sekaligus mengingatkan kita sekalian akan panggilan kita sebagai orang – orang beriman, yakni  agar setiap kita menjadi pribadi yang memberi nilai tambah pada sesama bahkan disaat kita hidup ditengah – tengah situasi sulit dan masa – masa kesusahan sekalipun.
  • Maka pada kesempatan ini, saya akan mengajak kita sekalian untuk belajar dan mendalami kembali apa yang merupakan thema pembahasan gereja kita sepanjang bulan juli ini, dengan membahas sebuah topik yang berjudul: HIDUP YANG MEMBERI NILAI TAMBAH.
  • Pembahasan topik ini akan menolong setiap kita untuk mengerti bagaimana yang dimaksud dengan Hidup Yang Memberi Nilai Tambah.  Oleh sebab itu penting bagi setiap kita untuk menyimak serta mengerti akan kebenaran ini sehingga setiap kita dapat membangun hidup yang memberi nilai tambah.
  • Bd: Ketidaktahuan adalah salah satu penyebab mengapa seseorang nyaman dengan cara hidup yang bertentangan dengan kebenaran/  tidak memberi nilai tambah pada sesama. Bukan karena seseorang itu tidak mau melakukannya melainkan karena ketidaktahuannya (Bd. Hos 4;6).

Cara menjalani kehidupan yang memberi nilai tambah

  • Adapun beberapa cara praktis yang diajarkan oleh Alkitab dalam menjalani (membangun) kehidupan yang memberi nilai tambah pada seseorang/ sesama sebagaimana yang diterangkan dalam ayat bacaan kita ini, antara lain adalah:
  1. Menjadi “suara kemenangan” bagi seseorang (Est 2;15).
    • Ayat Alkitab ini memberitahukan bahwa Mordekhai adalah seorang pria yang yang mengangkat Ester – anak Abihail menjadi anaknya. Dalam 2;7 disampaikan bahwa Mordekhai adalah pengasuh (yang merawat dan membesarkan Ester). Dan Ester adalah anak saudara ayah Mordekhai dan telah yatim – piatu sejak masih kecil.
    • Sebagai seorang yatim – piatu, Ester tentu tidak pernah berharap bahwa suatu saat nanti ia akan menjadi seorang pembesar (menjadi ratu), apa lagi dia tau kalau dia sedang barada di negri pembuangan (bukan warga negara setempat).
    • Tetapi ayat Alkitab yang kita baca ini melaporkan bahwa Ester lebih dikasihi oleh baginda raja Ahasyweros yang mengangkat dia menjadi ratu menggantikan ratu sebelumnya yang bernama Wasti (2;17). Ini menjelaskan bahwa ada sesuatu yang berbeda/ istimewa dalam diri Ester dibandingkan para kontestan lainnya.
    • Pertanyaannya, apa yang menjadikan Ester menjadi istimewa serta tampak berbeda jika dibandingkan dengan para peserta kontestan lainnya? Perbedaannya ialah, Ester memiliki seorang Mordekhai, yakni seorang yang memberikan hidupnya menjadi “suara kememangan” bagi Ester.

Pengaruh Mordekhai dalam keberhasilan Ester

  • Walau tidak dituliskan secara langsung dalam Alkitab, namun kita bisa melihat secara jelas seperti apa kontribusi Mordekhai, pribadi yang telah menjadi “suara kemenangan” bagi Ester dalam meraih masa depannya. Antara lain:
  • Sebagai seorang pengasuh, Mordekhailah yang membangun rasa percaya diri Ester sehingga ia tumbuh sebagai Wanita yang memiliki keyakinan bahwa, walau ia hanya seorang yatim – piatu, hidup di negri pembuangan tetapi ia mempunyai harapan yang besar, ia percaya bahwa kelak ia bisa menjadi seorang pembesar.
  • Sebagai seorang ayah angkat, Mordekhailah yang mendorong Ester untuk pergi ke istana raja dan mengikuti kontestan pemilihan ratu negri Persia bersama para wanita muda lainnya.
  • Sebagai seorang saudara sepupu dan sekaligus ayah angkat bagi Ester, Mordekhailah yang telah memberikan kata – kata iman serta dorongan semangat kepada Ester sehingga ia menyadari bahwa ia memiliki apapun yang diperlukan untuk berhasil, bahwa ia dilahirkan untuk melakukan hal – hal besar, dan bahwa ia dimampukan untuk membuat banyak perubahan.
  • Mordekhai adalah “suara kemenangan” bagi Ester, yakni suara yang mengajarkan bahwa memiliki kecantikan, ketrampilan dan potensi saja tidak cukup, perlu  memiliki sikap hati yang benar sehingga menjadi pribadi yang berkenan pada Tuhan.
  1. Melihat melampaui hal yang mustahil (Est 2;7).
    • Ayat Alkitab ini memberitahukan bahwa nama asli dari anak angkat/ saudara sepupu mordekhai ini adalah Hadasa. Hadasa dalam bahasa ibrani berarti: Murad atau tanaman murad.
    • Tetapi setibanya di negri pembuangan (kerajaan Persia) maka Mordekhai memberi nama Ester atau Ishtar, yang dalam bahasa Persia artinya adalah bintang atau cahaya.
      • Bd: Pemilihan kata Esther atau Ishtar untuk nama Ibrani Hadasa ini menjelaskan bahwa Mordekhai adalah seorang yang melihat melampaui hal yang mustahil.
      • Bd: Mordekhai telah melihat bahwa Hadasa akan menjadi bintang di negri Persia sejak dari masa kecil, dan bahwa ia akan menjadi cahaya bagi keselamatan bangsa Yehuda dari ancaman kematian.
    • Ingatlah: Saat keadaan tampaknya mustahil, saat tidak melihat jalan keluar, membuat keputusan buruk, tangan Tuhan tidak pernah terikat. kuasaNya tidak pernah terbatas. Tidak ada yang terlalu sukar bagiNya.
      • Bukan saja tangan Tuhan bebas untuk menolong kita, Tuhan dapat mengubah keadaan apapun. Bersama Tuhan kita dapat mengatasi halangan apapun. Ia dapat membuka pintu yang tepat serta menyebabkan orang bermurah hati dan berubah pikiran sama seperti raja Ahasyweros.

Nyanyian:

  • Ku tetap cinta, ku tetap setia.
  • Tak pernah tinggalkan perbuatan tanganMu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *