Pendahuluan
- Secara konteks, penulisan surat I Tesalonika 5;1-11 ini dilatar belakangi oleh dua persoalan, antara lain: Persoalan Perilaku/ kehidupan sehari – hari dan persoalan teologi/ ajaran kekristenan.
- Persoalan perilaku/ kehidupan sehari – hari.
- Kesesakan dan kesukaran yang terjadi mengakibatkan orang – orang percaya di Tesalonika mengalami setres, hidup dalam ketegangan, pergumulan bahkan penganiayaan (I Tes 3;6-7).
- Masalah teologi/ masalah ajaran kristen.
- Dalam gereja di Tesalonika telah terjadi kesalahpahaman mengenai ajaran; apa yang terjadi pada orang percaya yang meninggal, dan ajaran akhir zaman atau kedatangan Yesus yang kedua kali (I Tes 4;13-17 ; 5;1-11).
- Menariknya ialah, ditengah – tengah situasi serta keadaan sukar yang digambarkan dalam konteks ini, rasul Paulus mendorong jemaat di Tesaloniika agar tetap berkomitmen pada panggilan mereka sebagai orang percaya, yakni memberi nilai tambah bagi sesama (I Tes 5;11).
Arti memberi nilai tambah
- Yang dimaksud dengan Memberi Nilai Tambah (adding value) secara umum ialah: Menjadikan atau meningkatkan kualitas seseorang sehingga menjadi lebih baik, lebih berbeda, lebih unggul, lebih menonjol, lebih beruntung dari yang lain/sebelumnya.
- Memberi Nilai Tambah merujuk pada seberapa besar kontribusi kita terhadap pertumbuhan, kemajuan, pencapaian serta keberuntungan seseorang dalam meningkatkan nilai atau pengaruh atau pendapatan seseorang.
- Bd: Arti sederhana dari kata “nasihatilah” adalah doronglah seseorang untuk maju, atau desaklah seseorang untuk maju. Sedangkan arti sederhana dari kata “bangunlah” adalah semangatilah, yakinkanlah, atau arahkanlah.
Tuhan menyaksikan dan mencatat semuanya
- Dalam pelayananNya kepada banyak orang, Yesus mengajarkan bahwa Tuhan menyaksikan dan mencatat segala sesuatu yang kita lakukan/ berikan kepada seseorang.
- Apakah itu berupa bantuan, dorongan semangat, pelayanan maupun pemberian. Bahkan secara terang benderang Yesus berkata bahwa “ia tidak kehilangan upahnya” (Lih, Mat 10;42).
- Belajar dari kebenaran ini maka dapatlah kita mengerti bahwa kunci jika kita ingin mengalami: dimuliakan dalam Kerajaan Tuhan, hidup berkemenangan, diberkati dan terpelihara dalam kasih karunia yang berkelimpahan adalah memberi nilai tambah; membantu, membangun, menyemangati atau melayani sesame.
- Ketika berbicara mengenai melayani sesama “memberi nilai tambah”, Yesus tidak sedang berbicara tentang peristiwa yang terjadi sesekali. Ia berbicara tentang memberi nilai tambah sebagai gaya hidup orang percaya; menolong orang lain, membantu teman, menjadi sukarelawan disebuah komunitas, merawat orang terkasih tanpa keterpaksan, dst.
- Bd: Yesus Kristus meneladankannya dan memerintahkan kita untuk melakukannya (Yoh 13;5,14).
Kunci sederhana dari hidup bahagia
- Setiap kita diciptakan bukan untuk menerima melainkan untuk memberi. Bahkan Alkitab mengajarkan bahwa memberi adalah kunci sederhana untuk hidup yang bahagia (Kis 20;35).
- Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa salah satu penyebab mengapa seseorang tidak pernah berbahagia sepanjang hari ialah karena mereka hanya berfokus kepada diri sendiri? Semuanya tentang; impian saya – tujuan saya – masalah saya – dsb.
- Bd: Fokus pada diri sendiri akan membatasi kita dari hal – hal baik dimasa depan.
- Bd: Tujuan Tuhan sengaja menaruh orang – orang yang butuh pertolongan dalam kehidupan kita adalah agar kita dapat menjadi berkat bagi mereka.
- Bd: Setiap kali kita melayani orang lain, kita sedang melayani Tuhan. Setiap kali kita menjemput, membantu, berkorban bagi mereka, kita melakukannya untuk Tuhan, dan Tuhan mencatat semuanya (Mat 10;42 ; 25;31-46. Bd 25;1-13).


