MENGELOLA SUKSES (ULANGAN 8:18-20).

tie, necktie, adjust-690084.jpg

Pendahuluan

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini mengajarkan kepada kita sekalian mengenai pentingnya mengerti bagaimana menyikapi atau mengelola kesuksesan. Salah satu alasan mengapa penting mengerti bagaimana menyikapi atau mengelola kesuksesan adalah?
  • Karena jika seseorang tidak mengerti bagaimana menyikapi atau mengelola sukses (tidak hati – hati), maka ada kemungkinan seseorang akan: Terbelenggu atau kecanduan dengan kesuksesan, jatuh karena kesuksesan, dan yang lebih buruk adalah bisa kehilangan kesuksesan.
  • Itu-lah sebabnya mengapa sejak dari awal Allah memberi peringatan kepada bangsa Israel dengan berkata;  Tetapi jika Engkau sama sekali melupakan Tuhan, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya, dan sujud kepadanya, Aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa (Ul 8;19).
  • Kata, “kamu pasti binasa” menjelaskan bagaimana seseorang dapat kehilangan kesuksesan, terbelenggu oleh kesuksesan bahkan jatuh karena kesuksesan. Artinya,  kesuksesan dapat membuat kita menutup mata/bersedia kehilangan Allah dan iman kita (Bd Mzm 75;5-8).
  • Jhon bersedia membayar beberapa media dan wartawan yang menjanjikan padanya bahwa mereka akan membuat dia “menjadi bintang”. Dia bersedia kehilangan nama baik, integritas, keluarga dan hubungan yang telah lama dibangun.

Kesuksesan berasal dari Allah

  • Ijinkan saya pada kesempatan ini mendeskripsikan kekayaan sebagai salah satu sinonim  untuk sukses. Alasannya adalah, karena ada orang – orang tertentu yang akan mengukur kesuksesan melalui kekayaan atau perolehan materi (saya harap saudara mengerti bahwa saya tidak akan menggunakan defenisi yang sempit itu).
  • Ayat Alkitab ini (Ul 8;18), mengemukakan bahwa: Allah-lah yang memberikan kepada kita kemampuan untuk menjadi sukses/kaya, itu semua berasal dari Allah sendiri, dan disebut sebagai bagian dari perjanjian berkat. Bagian kita adalah bagaimana menyikapi atau mengelolanya (lih, I Tim 6;10).  
  • Benar bahwa kita sedang berhadapan dengan situasi – situasi yang tampak mustahil, atau mungkin kita tidak memiliki koneksi yang bisa membantu kita untuk menggapai impian – impian kita, sehingga mudah bagi kita untuk menjadi patah semangat serta mengira bahwa banyak hal tidak akan pernah berhasil. Tetapi kita tidak perlu kuatir, Tuhan adalah pemberi keberhasilan (lih Ul 9;1-3, 4-6).
    • Kata, “Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan didepanmu” menjelaskan bahwa: Dia sedang mempersiapkan orang – orang yang tepat, merancang perubahan – perubahan, kesempatan – kesempatan baik, dan meluruskan jalan yang berliku – liku.  
    • Saudara mungkin telah kehilangan pekerjaan/mengalami pengurangan jam  kerja yang mengakibatkan banyak kerugian; apapun jenis kerugian itu,  itu tidaklah mengagetkan Tuhan di Sorga sehingga Ia mengggaruk – garuk kepalaNya, dan berkata “sekarang apa yang harus Ku lakukan!”
    • Sebelum kita menghadapi masalah, Dia telah memiliki jalan keluar. Dia telah merancang suatu pengembalian saat  sebelum semua kemunduran terjadi. Jika kita tetap berjalan dalam kebenaran maka kita akan masuk pada bab yang lebih baik, kemenangan yang lebih besar, serta penggenapan yang luar biasa.

Peringatan untuk mengelola kesuksesan

  • Walau Allah memberi kemampuan untuk memperoleh kesuksesan, Alkitab meminta agar kita mengerti bagaimana mengelola kesuksesan. Mengapa? Karena Allah  yang sama yang memberi kemampuan untuk mendapatkan sukses adalah Allah yang juga dapat mengambil kesuksesan, jika kita berbalik meninggalkan jalanNya (Ul 8;19).
  • Allah-lah yang menempatkan kita pada posisi terpandang/terhormat, memberi kekayaan/kehormatan, menjadikan kita pemenang/dst. Dia melakukan semua ini sebagai bentuk kepercayaan. Pertanyaan yang sesungguhnya bukanlah, “dapatkah kita sukses?” Melainkan dapatkah kita dipercaya?
  • Bd: Ketika kita mencapai tujuan Allah atas hidup kita, akankah kita mengelolanya sesuai cara Allah? Masihkah kita memperlakukan orang sebagaimana mestinya?  Bagaimana meresponi mereka yang sudah berjalan bersama kita menuju kesuksesan?  Bagaimana bersikap terhadap orang yang tidak sejajar dengan kita?
  • Sesungguhnya, kekayaan/kesuksesan itu sndiri tidaklah buruk, cara kita menangani/mengelola kesuksesan itu-lah yang buruk (I Tim 6;10). Itu sebabnya raja Salomo mengingatkan kita bahwa ukuran kesuksesan yang benar dilihat dari keyakinan, perilaku dan gaya hidup anak – cucu kita (Ams 13;22).

Nyanyian dan perjamuan kudus:

  • Tenaglah kini hatiku
  • Tenanglah kini hatiku Tuhan menuntun langkahku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *