Pendahuluan
- Perhatikan kalimat, “Maka Aku akan membangkitkan keturunanmu, yang kemudian anak kandungmu”. Yang dimaksud dengan anak kandung raja Daud dalam konteks ini adalah Salomo (Lih, I Raja 1;30).
- Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Salomo-lah yang dimaksud oleh nabi Nathan, ketika ia berbicara dengan raja Daud yang berkeinginan untuk membangun Bait Allah sebagai tempat kediaman Tabut Perjanjian, yang akan dikokohkan tahta kerajaannya untuk selama – lamanya (7;12-13).
- Dengan kata lain, ayat Alkitab ini mau memberitahukan bahwa Salomo adalah satu – satunya raja Israel yang sangat sukses, bahkan ia adalah seorang yang telah dipilih/ditetapkan Allah untuk menjadi sukses sejak dari kandungan ibunya (7;12).
Bukti kesuksesan Salomo
- Adapun beberapa hal yang menandai kesuksesan raja Salomo ketika ia memerintah sebagai raja atas Israel adalah:
- Ia pintar dan sangat bijaksana (I Raj 10;3,7).
- Raja terkaya diseluruh dunia (I Raj 10;23).
- Seluruh perkakas rumahnya terbuat dari emas (I Raj 10;21).
- Korban persembahannya sangat besar ( I Raj 8;63).
- Terkenal dan sangat populer (I Raj 10;24).
- Berpengaruh dan sangat berkuasa (I Raj 4;21).
- Hidup dengan tentram dan damai (I Raj 5;4).
- Kecualikan istri dan gundiknya (I Raj 11;3)
Bahaya dari sebuah kesuksesan
- Saya percaya bahwa, alasan mengapa raja Salomo berupaya untuk membangun, mengejar serta mempertahankan kesuksesan sejak dari awal karirnya adalah untuk menyatakan pada dunia betapa kaya dan luar biasa Allah itu.
- Awalnya Salomo begitu rendah hati dan ingin sekali membesarkan nama Tuhan melalui kesuksesannya tersebut. Itu-lah sebabnya mengapa ia tidak tanggung – tanggung dalam memberi korban persembahannya kepada Allah (I Raj 8;63).
- Namun, jika kita membalik lembar Alkitab kita ini, maka kita akan menemukan bahwa kesuksesan bukanlah segala – galanya; ternyata ia mengandung unsur – unsur yang dapat membahayakan kehidupan kerohanian seseorang apabila ia tidak dapat mengendalikannya.
Apa sajakah bahaya dari sebuah kesuksesan itu?
- Kesuksesan dapat menjauhkan hati kita dari Tuhan (I Raj 11;1-3).
- Ayat Alkitab yang kita baca ini menjelaskan kepada kita tentang bagaimana keadaan hati raja salomo setelah ia mengalami kesuksesan, kepada apakah hati raja Salomo menjadi condong setelah ia menikmati semua kesuksesan yang telah ia peroleh. Yakni, hatinya mulai bergeser dari Allah/tidak lagi tertuju/condong kepada Allah.
- Setelah Salomo sukses, hatinya menjadi sangat mudah dipengaruhi oleh raja – raja disekitarnya bahkan oleh para istri dan gundik – gundiknya, sehingga kini perhatiannnya mulai beralih dari Allah kepada berhala – berhala. Dengan kata lain, Salomo jatuh kepada penyembahan berhala (Bd, I Kor 12;2).
- Sebagai warga negara kerajaan sorga, kita adalah orang – orang yang memiliki kehormatan karena diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam mewujudkan rencana Allah di muka bumi ini. Tetapi sejauh mana Tuhan bisa melibatkan kita dalam pekerjaaNya, bergantung kapada seperti apa keadaan/kecondongan hati kita.
- Kesediaan/ketaatan/kesetiaan/ seseorang untuk melayani Allah adalah cerminan dari kecondongan hati seseorang (Bd, Luk 9;57-58, 59-60,61-62. Bd, Zakheus luk 19;1-10).
Allah ingin agar hidup kita memberi dampak
- Orang kristen harus menyadari bahwa maksud dan tujuan mengapa Allah menggerakkan dan menempatkan kita pada posisi – posisi strategis diseluruh duni ini adalah: Supaya kita bisa membangun kerajaan Allah melalui cara – cara yang tidak dapat ditempuh oleh para Pendeta maupun misionaris kristen lainnya.
- Tidak perduli, apakah kita seorang Pebisnis, Politisi, CEO, Seniman, dll. Allah menginginkan agar setiap kita tidak memiliki pandangan hidup yang sempit yang hanya berkisar pada kehidupan kita sementara ini saja. Bukalah mata rohani dan lihatlah, Allah ingin memakai hidup kita sebagai pemberi dampak bagi sekitar kita.
- Di sebahagaian besar tempat (desa/kota) orang – orang yang sukses dibidangnya lebih memiliki akses untuk menjangkau banyak orang jika dibandingkan dengan para Pendeta dan misionaris kristen lainnya. Mengapa? Karena beberapa tempat tertutup bagi organisasi – organisasi keagamaan dan sejenisnya.
- Bahkan daerah – daerah yang kejam terhadap orang – orang kristen pada umumnya membuka diri untuk urusan bisnis dan tekhnologi.
- Saya mengetahui bahkan sering mendengar kesaksian para eksekutif – eksekutif dari sebuah perusahaan ternama di beberapa kota yang bersedia menyumbangkan produk – produk perusahaan mereka kepada daerah – daerah tertentu sebagai sarana (landasan) masuknya para pemberita – pemberita injil.
- Bahkan ada beberapa eksekutif yang bersedia menawarkan produknya yang bernilai tinggi kepada desa – desa mayoritas dengan memberikan persyaratan, dia diperbolehkan menceritrakan kepada penduduk disana apa motivasinya melakukan hal tersebut, yakni imannya kepada Kristus.
- Bd: Hal yang paling menggairahkan mengenai kerajaan Allah ini adalah tidak mengenal suku – bangsa dan bahasa termasuk juga golongan dan usia. Banyak diantara mereka yang sukses membangun jadwal mereka fleksibel supaya mereka bisa membangun kerajaan Allah.
- Kesuksesan dapat membuat kita meremehkan Firman Tuhan (I Rak 9;4-7).
- Firman Allah kepada raja Salomo pada saat ia diurapi sebagai raja atas bangsa Israel menggantikan ayahnya Daud adalah, Salomo harus menghormati dan memperhatikan Firman Tuhan sepanjang umur hidupnya sehingga dengan demikia kerajaannya akan tetap kokoh dan termasyur.
- Tetapi setelah raja Salomo sukses, Alkitab memberitahukan bahwa ia tidak lagi menghormati dan memperhatikan firman-Nya, sebaliknya ia mulai mengingkari perjanjian dengan Allah, itu sebabnya kutuk datang bagi bangsa Israel dan terjadi perpecahan atas bangsa itu.
- Dalam kesuksesannya, Salomo merasa bahwa:
- Ia menikmati segala yang baik dalam hidup ini karena hikmat dan kepintarannya. Pemikiran ini adalah pemikiran yang menjurus kepada keingingin daging berlebihan.
- Ia lebih menggantungkan hidupnya pada kharismanya daripada pada pengurapan dan penyertaan Allah. Dia berpikir dengan kekayaan dan kemegahannya bisa terus mempersatukan bangsa Israel.


