Pendahuluan
- Ayat Alkitab yang kita baca ini mengkisahkan bagaimana umat Tuhan (bangsa Israel) menemukan diri mereka sendiri sedang berada ditengah – tengah krisis/situasi yang tidak menentu, yakni situasi yang berubah dengan sangat cepat, baik aspek sosial, politik, ekonomi maupun spiritual, setelah raja Yehuda (Uzia) wafat.
- Perubahan (krisis) yang terjadi ini ternyata tidak hanya merupakan titik balik dalam sejarah perjalanan bangsa Yehuda tapi juga bagi panggilan nabi Yesaya sebagai penyampai sabda Tuhan kepada seluruh bangsa Israel (Yes 6;1-2, 6-13).
- Bd: Sebelum raja Uzia wafat, pemerintahan di Yehuda relatif stabil, kehidupan masyarakat penuh dengan damai bahkan makmur secara material. Namun setelah Uzia wafat semua berubah (lih, II Twr 26. Bd, II Raj 16 dan II Twr 28).
Respon ketika bisnis terdampak krisis?
- Disamping mengkisahkan bagaimana umat Tuhan menemukan diri mereka sendiri sedang berada ditengah – tengah krisis/situasi yang tidak menentu, ayat Alkitab yang kita baca ini ternyata mengajarkan kepada kita tentang, bagaimana seharusnya respon/sikap kita ketika bisnis/kehidupan terdampak krisis?
- Adapun beberapa respon/sikap yang benar yang harus dimiliki oleh umat Tuhan tatkala bisnis sedang terdampak krisis, antara lain, adalah:
- Jaga hati, pikiran dan roh tetap fokus kepada Allah (Yes 6;1).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Pada tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk diatas tahta yang tinggi dan menjulang…
- Kalimat, “aku melihat Tuhan” menjelaskan: Apa yang diperbuat oleh Yesaya (bagaimana respon/sikap Yesaya) pada saat masa – masa krisis terjadi di bangsa Yehuda pasca kematian raja uzia. Yakni, menjaga hati, pikiran, serta rohnya tetap fokus kepada Allah, sehingga ia bisa melihat (mengalami) Tuhan.
- Dengan kata lain: Bagi Yesaya, krisis bukanlah masa untuk menjadi begitu sibuk melakukan berbagai hal yang tidak berarti; mengeluh, menggerutu, menyalahkan, dst, sampai lupa/tidak punya waktu untuk berdoa, membaca Alkita atau beribadah.
- Bd: Yesaya mengerti bahwa kericuhan politik, krisis ekonomi bahkan permasalahan – permasalahan lainnya pasti tidak akan terhindarkan pasca kematian raja Uzia, karena itulah, ia berkomitmen untuk menjaga hati, pikiran serta rohnya tetap fokus kepada Allah dan bukan kepada yang lain.
- Bd: Hasil karena tetap fokus kepada Allah, Yesaya melihat Tuhan, mengalami peneguhan panggilan, di urapi dan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi (Yes 6;6-13. Bd, I Pet 4;7).
Keadaan sulit dapat mengancam siapa saja
- Orang kristen tidak boleh menjadi naif (terlalu polos, lugu, sederhana, bodoh). Setiap keadaan sulit dapat mengancam usaha/bisnis siapa saja termasuk bisnis orang kristen; media massa mengingatkan kita akan hal ini, sejarah memuat banyak kisah akan hal ini.
- Yang menarik perhatian adalah, sejarah telah memberi kesaksian dengan sangat berani bahwa iman dan ketekunan orang – orang percaya membuat mereka mampu mengatasi situasi apapun yang sedang menekan. Tidak seperti orang yang tidak percaya, mereka tidak memiliki apapun yang dapat diandalkan agar dapat bertahan.
- Ingatlah! Allah telah memutuskan untuk memakai iman (keyakinan akan Tuhan) dalam mengungkapkan kuasaNya kepada kita, keluarga kita bahkan orang – orang yang ada disekitar kita (I Yoh 5;4. Yak 1;2-4,5).
Tokoh legendaris
- Donald Trump adalah tokoh bisnis legendaris Amerika Serikat. Ia membangun bisnis propertinya pada tahun 1980-an dengan dibantu modal utang dalam jumlah yang sangat besar.
- Saat pasar saham berubah pada tahun 1990, Trump bangkrut dan tidak mampu lagi membayar bunga hutangnya, baik utang perusahaan senilai $ 3,5 juta maupun utang pribadi $ 900 juta.
- Luarbiasanya, iman dan ketekunan Trum membawa keberuntungan/mujizat. Hanya dalam beberapa tahun saja, Trump dapat membalik situasi dan memperoleh keuntungan yang sangat besar, sehingga pada tahun 2005 ia masuk dalam daftar 400 orang terkaya di Amerika.
- Albert Einstein berkomentar: Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, tetapi sebalikny cobalah untuk menjadi orang yang bernilai.
- Bd, ketika seseorang hendak menawarkan/menjual sesuatu maka orang lain akan menentukan nilai yang sesungguhnya atas barang yang sedang dijual tersebut.
- Tangani krisis dengan cara Allah (Yes 10;24-27).
- Perhatikan kalimat yang dicatat dalam 10;27a, ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka ke atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.
- Kalimat ini menjelaskan, bagaimana Allah menginginkan agar setiap umat Tuhan melihat/menangani krisis sesuai dengan cara Allah.
- Pada bagian awal disampaikan, bagaimana Yehuda gemetar dan ketakutan menyaksikan kekuatan kerajaan Ashyur yang sedang mengancam dan mengintimidasi mereka (Yes 10;24).
- Asyur adalah negara adidaya di dunia pada waktu itu, dan merupakan musuh dari bangsa Yehuda.
- Melihat respon/sikap umat Tuhan yang sedang cemas dan ketakutan itu, maka Allah berfirman kepada Yesaya dan sekaligus meyakinkan Yesaya, dengan berkata: Meskipun bangsa itu terlihat begitu mengancam, tangguh dan menakutkan, namun mereka akan segera dimusnahkan (Yes 10;25-26).
- Sering sekali kita segera menjadi panik ketika menghadapi kejadian atau permasalahan – permasalahan yang sebenarnya/pada akhirnya dapat kita atasi.
- Sejarah adalah guru yang hebat. Sejarah mengungkapkan bahwa banyak situasi yang pada awalnya merupakan situasi krisis, namun pada kenyataannya tidak demikian.
- Bd: Hukum yang paling efektif dalam meningkatkan penghasilan adalah hukum air.
Nyanyian penyembahan
- Yesus Kaulah pembelaku


