Pendahuluan
- Peristiwa terbesar dan teristimewa yang pernah terjadi dalam sepanjang sejarah hingga saat ini adalah, peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Tidak ada satu peristiwa manapun yang pernah bisa menyamainya, termasuk peristiwa kelahiran dan kematian Yesus kristus itu sendiri.
- Alasan mengapa peristiwa kebangkitan Kristus disebut sebagai peristiwa terbesar dari antara semua peristiwa yang pernah terjadi hingga saat ini adalah:
- Tanpa kebangkitan Kristus tidak akan pernah ada (kemenangan) kekristenan; sebab ajaran kekeristenan berkisar diantara kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus.
- Tanpa kebangkitan Kristus, maka sia – sialah kepercayaan kita (I Kor 15;14,17).
Fakta tentang kebangkitan Kristus
- Jika kita mempelajari Alkitab dengan baik, maka kita akan menemukan bahwa: Berita atau ajaran tentang kebangkitan Kristus bukanlah suatu teori atau filsapat belaka, bukan pula merupakan sebuah ajaran yang tidak berdasar/hanya bersifat emosional dan subyektif.
- Kebangkitan Kristus adalah sebuah fakta yang berhubungan erat dengan sejarah dan Firman Allah. Berikut adalah tiga fakta tentang kebangkitan Kristus:
- Kitab suci (Rom 1;2).
- Mzm 16;8-11. Kis 2;24-28, 29-33. Mzm 71;20-21. Hos 6;1-2.
- Yesus sendiri menyampaikannya berulang – ulang
- Mat 16;21-23 ; 17;22-23 ; 20;17-19.
- Saksi – saksi dari kebangkitan
- Kis 1;1-3. Luk 24;33-34. Yoh 20;19-21. I Kor 15;3-8.
- Kitab suci (Rom 1;2).
Pesan kebangkitan
- Melihat tiga fakta tentang kebangkitan Kristus yang telah disampaikan diatas maka dapat kita mengerti bahwa: Kebangkitan Kristus adalah perlu bagi Allah, jika tidak, tentu para nabi tidak menubuatkannya dan Yesus sendiri tidak memperediksikannya?
- Adapun alasan atau pesan yang ingin disampaikan oleh Allah mengapa Ia harus membangkitakan Kristus dari antara orang mati, antara lain adalah:
- Menegaskan bahwa Kristus adalah Anak Allah (Rom 1;1-4).
- Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan kepada kita bahwa: Secara daging, Yesus adalah keturunan Daud (1;3). Bahkan orang mengenalNya sebagai putra sulung Yusuf dan Maria, saudara Yakobus, dan anak tukang kayu. Itu sebabnya, ketika Yesus mati, ia mati sebagai seorang kriminal, disingkirkan oleh manusia, dan disebut sebagai penghujat Allah.
- Tetapi dalam sifat kekekalanNya, Yesus adalah Anak Allah yang maha tinggi, yang lahir melalui rahim Maria. Untuk alasan inilah Allah membangkitakan Yesus dari antara orang mati, yakni; supaya alam semesta tau bahwa Yesus adalah Anak Allah (1;4).
- Jika kita mengerti bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, maka: Percaya dan bersandar sepenuhnya kepada Kristus tidak pernah sia – sia. Sebab, kebangkitanNya adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa orang yang percaya kepada-Nya pasti diselamatkan (I Kor 15;14,17).
- Menyatakan keadilan Allah (Rom 1;1-4).
- Sebelum Kristus disalibkan, mati dan dikuburkan, kitab Injil mencatat bahwa Kristus diperhadapkan kepada dua pengadilan, dengan tuduhan: Yesus Menghujat Allah karena menerima sebutan sebagai Anak Allah – Raja Orang Yahudi?
- Alkitab memberitahukan bahwa kedua pengadilan tersebut menolak untuk mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Nama kedua pengadilan tersebut ialah:
- Pengadilan agama orang Yahudi yang diketuai oleh Imam Kayafas (Mat 26;57-66).
- Pengadilan umum orang Romawi yang dipimpin oleh gubernur Pontius Pilatus (Mat 27;11-26).
- Walau kedua pengadilan manusia tersebut telah menyisihkan Yesus, memperlakukan Dia sebagai kriminal bahkan tidak menerima Dia sebagai Anak Allah. Melalui peristiwa kebangkitan Yesus, Allah menyatakan keadilanNya, dan men-sahkan keberadaan Yesus dihadapan manusia sebagai Anak Allah.
- Menyadari siapa Yesus yang sesungguhnya, dan apa yang telah dilakukanNya-lah sehingga para wanita yang menyaksikan kebangkitan Kristus, tersungkur dikakiNya dan menyembahNya (Mat 28;8-9).
Nyanyian dan Penyembahan
- Oleh karena kemurahan Tuhan ku ada – Aku percaya…
- Ku ada sebab anugerahMu


