Welcome Home
GBI LIFE SPRINGS BERASTAGI
THE YEAR OF GOD'S OPENING SUPRANATURAL DOORS
JADWAL IBADAH BUKA TAHUN & IBADAH RAYA JANUARI 2026
IBADAH RAYA & Ibadah Anak
- IBADAH RAYA 18 JANUARI 2026
- IBADAH RAYA 28 JANUARI 2026
IBADAH RAUA SESI 1
PUKUL 08.00 WIB
Thema : KUNCI DIPENUHI MUJIZAT
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
IBADAH RAYA SESI 2
PUKUL 10.00 WIB
Thema : KUNCI DIPENUHI MUJIZAT
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
IBADAH RAYA SESI III
PUKUL 18.00 WIB
Thema : KUNCI DIPENUHI MUJIZAT
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
IBADAH RAYA & IBADAH ANAK
SES 1 PUKUL 08.00 WIB
Thema : Thema : MUJIZAT BAGI SESAMA MIRACLE FOR OTHERS
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
SES 2
PUKUL 10.00 WIB
Thema : MIRACLE FOR OTHER
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
IBADAH SESI III
PUKUL 18.00 WIB
Thema : MIRACLE FOR OTHER
Pembicara : Pdt. Dr. Ruben Yonathan M.Th
OUR EVENT
Postingan Terbaru

PINTU GERBANG MENUJU HADIRAT ALLAH (MZM 100;1-5).
Hadirat Allah yang nyata atau yang dimanifestasikan adalah aspek yang tidak biasa dan berbeda dari pernyataan kehadiran Allah secara univesal atau secara pribadi melalui iman pada Firman Allah (Kol 1;27. Mat 28;18-20. 1 Kor 3;16. Kis 17;28). Dimensi dari hadirat Allah yang dimanifestasikan/yang nyata adalah kehadiran Allah yang dapat dilihat dan dirasakan (2 Twr 5;12-14).
Meskipun Allah maha hadir namun Dia tidak nyata disetiap tempat, tidak dikenali bahkan sering sekali terlewatkan. Contoh: Yakub dalam perjalanan menuju Haran, dan bermalam disuatu tempat yang kemudian disebut Betel (Kej 28’10-19). Dua orang murid Yesus dalam perjalanan menuju Emaus (Luk 24;13-25). Imam Eli mengira Hana sedang mabuk (1 Sam 1;1-18). Pelayan Elisa ketakutan karena pasukan raja Aram mengepung rumah mereka (2 Raj 6;14-17).

RAHASIA MENGALAMI REALITAS HADIRAT TUHAN (YOH 4;23-24).
Ada syarat/tanggung jawab/ketentuan – ketentuan lain yang bersifat sangat prinsip yang harus dipenuhi oleh setiap orang jika ingin mengalami realita dari kehadiran Tuhan secara terus – menerus dalam hidupnya. Artinya, mengalami realita kehadiran Tuhan bukanlah hal yang terjadi secara otomatis karena kita sudah percaya kepada Yesus Kristus, dst.
Memang benar bahwa tabir yang didalam Kemah Suci telah terbelah dua melalui kematian Yesus Kristus (Mrk 15;38), sehingga sekarang setiap orang yang percaya memiliki akses masuk langsung ke Tahta Tuhan dan jalan masuk kehadirat Tuhan telah terbuka bagi semua orang percaya.

RESEP MENGALAHKAN HAMBATAN – HAMBATAN DALAM MENGALAMI HADIRAT TUHAN (2 Sam 6;1-10).
apa hambatan atau penghalang dalam mengalami kehadiran Tuhan dalam konteks ini, dan bagaimana resep dalam menanganinya?

KEBUTUHAN TERBESAR MANUSIA (KEJ 1;26-28).
kebutuhan terbesar umat manusia supaya ia bisa hidup persis seperti yang Allah rencanakan sejak dari semula, bisa hidup persis seperti Allah hidup, bertindak serta menjalankan otoritas Raja di muka bumi ini, ialah: hadirat Allah, hidup bersama Allah, tinggal dan bersekutu di dalam Allah, menjadi sahabat Allah dan hidup bersama dengan Dia sebagai anak – anakNya.

MEMBANGUN KARIR DENGAN CARA TUHAN
Karena “allah lain” bisa muncul dalam berbagai bentuk, maka umat Tuhan perlu mengerti bagaimana membangun karir sesuai cara Tuhan sehingga kita tidak terperangkap pada menyembah allah lain.

HINDARI ALLAH LAIN (KEL 20;1-6).
Allah menegaskan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah yang Esa, mentaati ketetapanNya, dan hanya beribadah kepadaNya. Dia melarang dan sekaligus menentang segala bentuk penyembahan kepada allah lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak mengenal Allah.
Definisi “allah lain” adalah, segala bentuk yang mengambil atau menggeser tempat Allah dari dalam hati/kehidupan kita, apapun yang sifatnya menggeser pusat perhatian kita dari Firman Allah kepada hal – hal yang lain, berhala – berhala modern.

MENGATASI EMOSI – EMOSI LIAR (KEJ 1;26-28).
Hubungan langsung antara manusia dengan Allah terputus, pikiran manusia menjadi gelap, kehendak manusia adalah memberontak dan jahat. Emosinya tidak stabil/liar, hubungan dengan sesama penuh konflik dan kecurigaan, tubuh menjadi fana, menua, sakit, menjadi sarang dosa dan lenyap. Semesta turut merasakan dampaknya, tanah terkutuk dan perlu kerja keras untuk beroleh hasil.
Namun walaupun demikian, Allah menjanjikan anugerah ilahi bagi manusia untuk pemulihan kesempurnaan setiap aspek rupa dan gambar Allah itu, sehingga emosi yang rusak, liar dan tidak terkendali bisa pulih kembali.
apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa mengatasi emosi yang liar dan tidak terkendali akibat dosa yang telah merusak seluruh aspek rupa dan gambar Allah itu? Simak penjelasan berikut ini.
LINK VIDEO https://youtu.be/08UjAhO_Ivc

MENGELOLA EMOSI YANG SEHAT (AMS 16;32).
orang yang memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik adalah orang yang jauh lebih hebat dari pada orang yang memiliki semangat juang yang menggebu-gebu namun tidak dapat megendalikan emosi.