MEMBANGUN KARIR DENGAN CARA TUHAN

Pendahuluan

  • Minggu semalam, kita telah belajar dari kitab Kel 20;1-6. Dalam pembelajaran akan perikop ini kita melihat bahwa: Allah memberi perintah kepada bangsa Israel persis sebelum mereka tiba di negeri perjanjian, perintah itu jelas, tegas dan berada pada urutan pertama dari sepuluh perintah lainnya. Perintah itu berbunyi: Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun… (Kel 20;3-4).
  • Melalui perintah ini,  Allah ingin menegaskan bahwa: Umat Tuhan hanya boleh menyembah Allah saja, mentaati ketetapan – ketetapanNya, dan hanya beribadah kepadaNya. Allah melarang dan sekaligus menentang segala bentuk penyembahan kepada allah laindalam bentuk apapunsebagaimana yang dilakukan bangsa Kanaan.
  • Minggu semalam kita juga telah melihat bahwa definisi “allah lain”, adalah: Segala bentuk yang mengambil atau menggeser tempat Allah dari dalam hati – kehidupan kita, atau apapun  yang sifatnya menggeser pusat perhatian kita dari Firman Allah kepada hal – hal yang lain adalah berhala – berhala modern (1 Kor 10;7,14. Ef 5;5. Kol 3;5).
  • Artinya, walau kita tidak menyembah patung anak lembu emas, para dewa atau benda – benda keramat, bukan berarti kita sudah “suci” atau lepas dari kemungkinan menyembah allah lain? Belum tentu. “allah lain” di era modern ini bisa muncul dalam berbagai bentuk dan rupa, antara lain:  karir, usaha, profesi, pekerjaan, jabatan, kekuasaan dan mamon (Mat 6;24).   
  • Alasan mengapa Allah melarang dan menentang segala bentuk penyembahan kepada allah lain ialah, karena Allah adalah sumber penyedia bagi hidup kita. Dia dapat melakukan mujizat dalam dunia usaha, keluarga dan juga karir kita (Hos 2;8. Yak 1;17. 1 Raj 18;44-46).

Membangun karir dengan cara Tuhan

  • Menyadari bahwa “allah lain” bisa muncul dalam berbagai bentuk dan rupa di era modern ini, dimana salah satunya ialah dalam bentuk karir, usaha, mamon, dst,  maka dari itu, umat Tuhan perlu mengerti bagaimana membangun karir sesuai dengan cara Tuhan sehingga karir, usaha atau jabatan tidak menyebabkan kita terperangkap pada  menyembah allah lain sebagaimana yang dimaksud oleh Alkitab.
  • Adapun cara membangun karir sebagaimana yang diajarkan Alkitab yang dapat kita pelajari pada kesempatan ini, antara lain adalah:
  1. Uji setiap peluang atau kesempatan yang ada (Ams 19;21).
  • Setiap kita bisa saja diperhadapkan pada berbagai peluang atau kesempatan yang sangat menggiurkan, baik kesempatan untuk usaha yang berhasil, mendapatkan pekerjaan yang baik atau mendapatkan keuntungan yang besar. Apalagi jika orang yang sedang mengerjakan pekerjaan tersebut terlihat makmur, maju dan berkembang ekonominya.
  • Terlepas dari betapa menggiurkannya usaha atau pekerjaan tersebut, atau betapa berhasilnya orang yang sedang mengelola bisnis tersebut. Pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah, apakah peluang, kesempatan, pekerjaan atau bisnis tersebut benar – benar untuk kita?   
  • Melalui tulisan raja Salomo ini, Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa: satu – satunya hal yang akan terlaksana dan benar – benar akan memberikan hasil dalam hidup kita adalah apa yang Tuhan telah tetapakan atas kehidupan kita bukan atas orang lain. Adalah keliru apabila kita berasumsi bahwa: Karena sebuah peluang bisnis, pekerjaan terlihat baik/berhasil dikerjakan orang lain, dan menyebabkan mereka maju dan berkembang pesat, dan peluang itu masih ada, lalu kita mengira bahwa peluang itu cocok bagi kita (Yer 29;11).
  • Hanya karena orang lain berhasil dan menjadi baik dengan pekerjaan tersebut bukan berarti bahwa itu menjadi jaminan akan berhasil dan baik pula bagi kita. Apa yang berhasil pada saat itu, di tempat itu, untuk orang itu, tidak berarti pasti berhasil untuk kita. Oleh sebab itu, jangan langsung tergiur dengan kesempatan yang ada dan segera menginvestasikan sumber – sumber berharga kita hanya untuk menjadi kecewa karena mengalami kerugian besar.

Bd: Tujuan Tuhan atas hidup kita akan membawa kita melewati jalan hidup yang berbeda dengan orang lain. Kondisi yang kita hadapipun tidak persis sama dengan yang dihadapi orang lain. Melakukan apa yang telah dilakukan orang lain tidak selalu memberikan hasil yang Tuhan inginkan atas hidup kita(1 Sam 17;38-39).

2. Pegang teguh ucapan (Ams 3;3-4).

  • Perhatikan kalimat yang dicatat dibagian awal ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.
  • Yang dimaksud dengan kalimat, “janganlah kiranya kasih setia meninggalkan engkau” dalam konteks ayat Alkitab yang kita baca ini ialah: Janganlah kiranya kebenaran meninggalkan engkau. Sebaliknya, himbau sang penulis, kebenaran harus benar – benar ada di dalam hati kita, dan kebenaran itu harus diperlihatkan atau disampaikan. Itulah sebabnya mengapa penulis berkata, “Kalungkanlah itu pada lehermu, dan tuliskanlah itu pada loh hatimu. Dengan demikianlah maka kita beroleh perkenan Allah dan manusia.     
  • Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa Allah menginginkan agar setiap kita tidak hanya sekedar asal/sembarang bicara, sebaliknya Allah ingin agar apa yang kita bicarakan didasarkan pada kebenaran, dan kita melakukan apa yang kita bicarakan. Inilah yang dimaksud dengan memegang teguh ucapan sehingga orang menaruh percaya kepada kita.
    • Kepercayaan adalah dasar yang diatasnya kita membangun hubungan dan memegang janji adalah perekatnya.
    • Meningkatnya jumlah kontrak serta bertambahnya jumlah pengacara setiap tahun menandakan bertambahnya ketidakpercayaan dan rasa mudah curiga diantara kita, entah itu disebabkan oleh ketamakan, ketidakjujuran, penyelahgunaan atau perlakukan tidak adil. Tanamkan di hati kita untuk selalu jujur, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dapat diandalkan dan mempunyai reputasi baik.

4 komentar untuk “MEMBANGUN KARIR DENGAN CARA TUHAN”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *