Pendahuluan
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;16 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui sehari kesehari.
- Yang dimaksud dengan “manusia batiniah” dalam ayat bacaan kita ini ialah: manusia rohani atau inner life seseorang yang meliputi beberapa aspek, yaitu: roh, jiwa, hati, pikiran, perasaan atau yang disebut dengan psikologi atau mental dan emosional seseorang.
- Sedangkan yang dimaksud dengan manusia lahiriah ialah: aspek fisik yang kasat mata, seperti; kulit, wajah, dan tubuh. Manusia batiniah atau manusia rohani berlawanan dengan manusia lahiriah, karena manusia lahiriah akan terus – menerus merosot, menua, dan akhirnya akan lenyap atau mati. Sedangkan manusia batiniah dapat dibaharui dan disempurnakan secara terus – menerus.
- Inilah yang menjadi penyebab mengapa rasul Paulus tidak pernah tawar hati, kecewa dan merasa putus asa dalam menjalani kehidupannya, walau berbagai persoalan tanpa ujung datang menghadang; kesukaran, kelaparan, aniaya, penjara, karam kapal, di rajam batu, kekurangan, ditinggalkan, dll. Yaitu karena manusia batiniahnya selalu dibaharui oleh Firman dan Roh Kudus sehingga kehidupan tetap berjalan baik (2 Kor 11;23-30).
Kehidupan fisik di topang oleh kehidupan emosional
- Ketika rasul Paulus berkata, “kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami (Fisik, kulit, wajah, tubuh) semakin merosot (semakin melemah, menua, sakit), namun manusia batiniah (roh, jiwa, hati, pikiran, perasaan, mentalitas, emosional) kami dibaharui sehari kesehari”, sesungguhnya ia ingin menegaskan bahwa: kehidupan fisik kita ini ditopang oleh kehidupan batiniah atau emosional kita.
- Walaupun tubuh atau fisik kita lemah, sakit atau menua, tetapi jika kehidupan batiniah kita sehat, emosional kita stabil dan mental kita kuat, maka kehidupan lahiriah dapat tetap berjalan. Sebaliknya, jikalau kehidupan emosional atau mental batiniah/inner life kita tidak sehat, maka walaupun tubuh atau fisik kita kuat, namun dapat dipastikan bahwa seluruh aspek kehidupan kita akan berhenti atau berantakan. Demikian dengan sukses atau gagal, semua bergantung pada kondisi manusia batiniah seseorang.
- Ciri dari emosional yang sehat ialah mengetahui perbedaan antara persoalan dan kenyataan hidup. Mengapa sebahagian besar orang terus – menerus terbebani dengan masalah dan gagal? Karena ia memfokuskan perhatiannya pada hal – hal yang diluar kendalinya/pada kenyataan hidup. Tetapi orang sukses memfokuskan perhatian pada jalan keluar atas persoalan hidup yang dihadapinya.
- Bd: Doa rasul Paulus kepada gereja-gereja yang banyak mengalami kesulitan, penderitaan dan penganiayaan sepanjang kitab Perjanjian Baru, bukan supaya mereka keluar dari penjara, supaya penderitaan yang mereka alami berakhir, atau supaya ada terobosan dan mujizat, ia berdoa supaya Tuhan menguatkan manusia batiniah mereka oleh Roh KudusNya (Bd: Ef 3;16).
Strategi menanggulangi sejumlah tekanan besar
- Jika kita memperhatikan perjalanan kehidupan Kristus yang dicatat dalam kitab Injil, maka kita akan menemukan bahwa, Yesus Kristus terus – menerus berada dibawah tekanan dan tuntutan hidup yang melelahkan. Dia jarang memiliki waktu privasi, selalu di interupsi, berulang kali disalah mengerti, di kritik, di cemooh, dsb. Namun walaupun demikian, kita mendapati bahwa hidupNya penuh damai, tidak tergopoh – gopoh, dan selalu tenang.
- Pertanyannya ialah, bagaimana Yesus bisa begitu berhasil atau mampu menanggulangi sejumlah besar tekanan, kesibukan serta stres yang dihadapiNya?
- Yesus membangun kebiasaan berdoa pribadi (Mrk 1;35)
Sarana yang diberikan Tuhan bagi kita untuk melepaskan diri dari cemas dan setres adalah doa. Jika Yesus yang begitu sibuk, dan juga Anak Allah menyediakan waktu untuk berdoa, apa lagi kita. kita jauh lebih perlu menyediakan waktu untuk berdoa, teduh dan bercakap – cakap sendirian dengan Allah, kemudian kita mengevaluasi jadwal dan prioritas – prioritas kita sesuai petunjuk yang kita dapatkan dalam doa (Mat 11;28-30).
2. Yesus membangun hubungan baik dengan banyak orang (Mrk 3;13-19).
- Kitab Injil melaporkan bahwa Yesus memiliki hubungan baik di berbagai tingkatan dan dibergai kota yang di kunjungiNya. Ia membangun hubungan dengan sejumlah besar pemuka agama, para tokoh dan juga orang berdosa. Yesus juga memiliki sejumlah murid dengan kelompok yang berbeda; ada kelompok 120, 70 dan 12. Ia melatih mereka untuk memberitakan Injil dan mendelegasikan wewenangNya kepada mereka.
- Allah menciptakan kita sebagai manusia yang utuh, dalam gambar dan rupa Allah (Kej 1;27). Gambar dan rupa itu termasuk dimensi fisik, rohani, emosi, intelektual, dan sosial. Mengabaikan salah satu aspek yang membentuk kita sebagai pria dan wanita yang dicipta dalam rupa dan gambar Allah pasti menghasilkan konsekuensi yang merusak baik hubungan kita dengan Allah, dengan orang lain termasuk dengan diri sendiri.
3. Yesus mengambil waktu untuk beristirahat (Mrk 6;30-32).
- Prinsip yang diterapkan Yesus dalam menjaga kesehatan emosional para muridNya ialah prinsip relaksasi atau rekreasi. Yesus memperhatikan mereka yang sudah bekerja keras tanpa kenal lelah itu, lalu berkata, “waktunya berlibur, mari kita pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat”, lalu merekapun naik perahu ke sisi danau yang lain.
- Istirahat bukanlah opsional melainkan prinsip yang sangat penting dalam pandangan Allah, itu sebabnya mengapaIa memasukkan hari sabat dalam sepuluh hukum, karena Allah tau keadaan jasmani, emosi dan rohani kita butuh istirahat secara berkala.
- Bd: mengapa istilah healing menjadi begitu populer di generasi kita? karena berkaitan dengan aktifitas yang menyegarkan pikiran, jiwa atau emosional. Yaitu; jalan – jalan, liburan, santai – santai, melepaskan diri dari rutinitas sehari – hari, dsb. Healing adalah kegiatan menenangkan diri dari hecticnya atau sibuknya aktivitas sehari – hari, dimana hampir setiap hari ada sangat banyak hal yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga menyebabkan kita kewalahan atau mengalami tekanan dalam mengerjakannya.
- Healing menekankan pentingnya memiliki kesadaran akan kesehatan mental sekaligus kepedulian untuk menjaga kesehatan emosional. Sebab jika tidak demikian, keadaan hectic dapat menimbulkan setres, cemas, bahkan marah pada diri sendiri. Itulah sebabnya mengapa perlu memberikan dukungan dan penghargaan kepada inner life kita, supaya kita bijak mengatasi dan menyembuhkan masalah – masalah yang terjadi di area psikologis kita melalui berbagai konsep kegiatan yang menyegarkan pikiran dan jiwa kita.
Nyanyian :
- Tenanglah kini hati ku tuhan menuntun langkah ku
- Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkah hidupku



https://shorturl.fm/rtX97
https://shorturl.fm/kZRw7
https://shorturl.fm/8GJnW
https://shorturl.fm/LqbWC
https://shorturl.fm/G0TvW
https://shorturl.fm/9kUfC