MENGEMBANGKAN GAYA HIDUP DISUKAI ORANG LAIN (KIS 2;41-47).

Pendahuluan

  • Sebahagian besar dari kita tentu pernah bertanya: Mengapa seseorang bisa sangat populer, disukai banyak orang, memiliki banyak kawan dekat, sedangkan sebahagian besar orang tidak populer dan tidak disukai orang bahkan tidak punya banyak teman?
  • Sebahagian besar dari antara kita juga mungkin sering bertanya:  apa yang harus aku perbuat supaya aku punya banyak teman? Apakah aku harus mengikuti semua kata orang untuk bisa punya banyak teman, atau bagaimana caranya agar  saya bisa menjadi sahabat yang disukai orang lain, dan seterusnya? Bahkan semua pertanyaan ini sudah muncul sejak kita masih dibangku sekolah SD.
  • Pertanyaan – pertanyaan yang dikemukakan diatas adalah wajar, hal ini disebabkan oleh semua orang ingin menjadi pribadi yang disukai orang lain, ingin punya banyak sahabat dan tidak ingin merasa sendirian. Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana caranya menurut Firman Tuhan?
  • Dalam kesempatan ini kita akan membahas sebuah topik yang berjudul Mengembangkan Gaya Hidup Disukai Orang Lain.   Topik pembahasan ini akan konsen pada hal – hal yang bersifat tekhnis, yang perlu kita bangun dalam hidup sehari – hari kita sehingga menyebabkan kita menjadi disukai orang lain baik di tempat kita kerja, di rumah dan dalam hubungan – hubungan yang ada. Adapun gaya hidup disukai orang lain dimaksud ialah:
  1. Gaya hidup yang memuliakan Tuhan (Kis 2;47).
  • Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan bahwa jemaat yang terdapat di gereja mula-mula atau jemaat gereja pertama yang di Yerusalem pada kala itu adalah jemaat yang disukai oleh semua orang. Ini tentu menakjubkan dan sangat mengagumkan! Benar – benar luar biasa.
  • Jika kita membaca ayat – ayat sebelumnya, maka kita akan menemukan penyebab mengapa jemaat mula – mula itu disukai semua orang? Yakni, karena gaya hidup mereka memuliakan Tuhan; Mereka berbuat baik pada sesama, hidup rukun satu dengan yang lain, dst. Mereka tidak berpura-pura agar disukai orang, mereka benar – benar hidup dalam kasih, saling menolong, bersatu hati dan penuh dengan sukacita. Itulah yang membuat mereka disukai semua orang (Kis 2;44-46).
  • Kita tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain hanya demi supaya disukai. Tidak perlu meniru gaya orang lain atau memaksakan diri untuk terlihat keren atau baik hanya demi disukai banyak orang, cukup hanya dengan membangun gaya hidup yang memuliakan Tuhan; hidup dalam kebenaran, bersikap ramah, suka menolong, jujur, dan rendah hati, maka tanpa kita sadari akan banyak orang menyukai kita. Mereka suka bukan karena kita terkenal, tetapi karena mereka melihat kasih dan terang Tuhan dalam diri kita.
  • Bd: Jemaat mula-mula itu bukan orang kaya semua, bukan artis terkenal, bukan tokoh terkenal. Mereka pada umumnya adalah orang – orang biasa, tidak berpendidikan dan bukan berasal dari latar belakang bangsawan. Namun setelah mereka mendengar dan menerima Firman, mereka saling berbagi makanan dan harta, saling menguatkan dalam doa, menyembah Tuhan bersama – sama, hidup penuh damai dan sukacita, menjadi teladan bagi orang di sekitar mereka Dan akhirnya? Banyak orang datang kepada Tuhan!

Bd: Disukai orang bukan tentang jadi terkenal atau jadi populer tapi tentang bagaimana kita hidup. Apakah gaya hidup kita memuliakan Tuhan serta menunjukkan kasih kepada sesama atau tidak. Ketika kita hidup dalam terang Tuhan, maka banyak orang akan melihatnya dan merasa diberkati karena kehadiran kita.

4 komentar untuk “MENGEMBANGKAN GAYA HIDUP DISUKAI ORANG LAIN (KIS 2;41-47).”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *