BERANI KONFRONTASI

slide Powerpoint

Pendahuluan

  • Minggu pertama semalam kita telah belajar dari kitab Filip 3;17-21. Firman Tuhan ini menjelaskan kepada kita bahwa kekristenan, gereja, tubuh Kristus merupakan sesuatu yang sangat berbeda, bertentangan, berlawanan dengan prinsip dan nilai-nilai yang dianut/diajarkan oleh dunia pada umumnya (Paradoks).
  • Mengapa kekeristenan disebut paradoks? Karena keberadaan orang percaya tidak berasal dari dunia ini tetapi dari Sorga (Flp 3;20 ; 4;1). Karena itu orang beriman harus berani berhadapan dengan nilai dan prinsip-prinsip yang ditawarkan oleh dunia ini (Lih, Rom 12;2).
  • Bd: Menurut Alkitab, keberadaan orang percaya dalam dunia ini adalah  sebagai orang yang dipanggil/dipilih Tuhan dari dunia ini, lalu ditempatkan kembali kedalam dunia sebagai perantau/orang asing untuk membangun nilai, kultur, pola pikir Kerajaan Allah serta bertindak  layaknya sebagai warga sorga (1 Pet 2;9,11).

Mengapa harus berkonfrontasi?

  • Disamping menjelaskan bagaimana keberadaan oranng percaya dalam dunia dan mendorong agar kita berani berknfrontasi dengan nila dan prinsip duniwai, Rasul Paulus juga menjelaskan alasan mengapa orang percaya harus berani berkonfrontasi dengan nilai-nilai duniawi.
  • Adapun alasan pertama yang telah kita pelajari diminggu lalu, adalah karena:   
  1. Konfrontasi adalah kunci memperoleh kemenangan (Flp 3;18-19).
  2. Konfrontasi menjelaskan kepada siapa kita setia (Flp 3;17-18)
  • Perhatikan bunyi kalimat: Ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
  • Kalimat ini merupakan permintaan tegas dari seorang Paulus kepada jemaat yang dilayaninya untuk meniru dirinya dalam hal kesetiaan dan dalam hal berani berkonfrontasi pada hal-hal yang dapat menarik sikap hati mereka kepada yang lain yang bisa mengakibatkan kekeringan rohani dan kehilangan suka cita dalam Tuhan.
  • Bd: Pada pertengahan abad pertama itu, keberadaan para seteru salib Kristus sangat mengancam kehidupan jemaat di Filipi. Mereka meyakini bahwa ada sukacita di luar Kristus, fokus pada perkara duniawi, bermegah atas pencapaian dan kualitas diri sendiri, meniadakan hukum dan tatanan sorgawi, dst (Flp 3;19-20. Bd 3;7-8).
  • Oleh sebab itu, Ketika rasul Paulus berkata: Ikutilah teladanku, dan… ini bukan merupakan panggilan umum umat kristiani,  seperti  panggilan untuk hidup kudus atau menjadi utusan Injil. Ini merupakan panggilan khusus untuk meneladani Paulus dalam hal kesetiaan dan keberaniannya berkonfrontasi.
  • Dengan kata lain Paulus ingin agar umat Tuhan mengerti mana yang merupakan keuntungan mana bukan, mana yang layak dirindukan mana bukan.   Kerinduan rasul Paulus adalah: Supaya Kristus menjadi keuntungan, mengenal Kristus, sampai kepada kebangkitan (Flp 3;8,10,11).

3. Konfrontasi menjelaskan siapa yang kita sukakan (Yoh 2;13-17).

  • Perhatikan kalimat  yang dicatat dalam ayat;17 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku. Kata, “cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku” menjelaskan:
  • Alasan mengapa Yesus Kristus begitu berani berkonfrontasi dengan orang-orang yang menajiskan Bait Allah, bahkan mencambuki serta menjungkirbalikkan meja dan barang dagangan mereka adalah karena Ia ingin menyukakan hati Bapa. Inilah yang membuat Yesus begitu  bergairah, bersemangat/berapi-api dan berani konfrontasi   Yakni, karena cintaNya pada Bapa Sorgawi.  
  • Salah satu hal terpenting dan yang perlu untuk kita upayakan, jika kita ingin sukses dan berhasil dalam kerajaan Allah ialah, harus ada cinta akan rumah Tuhan dalam diri kita. Mengapa? Karena cinta adalah pendorong semangat, serta penumbuh gairah pada seseorang yang kita cintai.
  • Kita tidak akan pernah bisa memiliki semangat dan gairah yang membara untuk Tuhan, jika kita tidak tertular oleh cinta akan rumah Tuhan. Tetapi ketika kita tertular oleh cinta akan rumah Tuhan, maka akan ada lahir sebuah gairah untuk melayani dan mencari Dia.
  • Bd: Kita akan rela kehilangan waktu, rela terlibat dalam pelayanan, rela menolak segala sesuatu yang membuat kita tidak menghormati Tuhan, dll.

Hidup adalah perlombaan untuk menyukakan sang Pencipta

  • Alasan mengapa seorang pria/wanita rela berkorban segalanya demi kekasihnya, bahkan seolah-olah ia menjadi tidak berdaya dihadapan kekasihnya adalah, karena ia ingin menyukakan kekasihnya!
  • Demikianlah dengan setiap kita orang percaya. Ketika kita tertular oleh cinta akan rumah Tuhan, maka kita akan memiliki hati hamba yang berkobar-kobar. kita akan menjadi pelayan yang tidak bisa dihentikan oleh apapun. Kita akan memiliki kecendrungan untuk melayani dengan memberi teladan, bukan kata-kata saja. 

Nyanyian dan Penyembahan

  • Tuhan ku rindu menyatakan padaMu
  • Tuhan aku rindu, Tuhan aku siap

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *