KUNCI MENGALAMI MUJIZAT SETIAP HARI

Pendahuluan

  • Sebelum berbicara panjang lebar tentang bagaimana mengalami mujizat setiap hari, atau kunci mengalami mujizat setiap hari, baiklah terlebih dahulu kita melihat pengertian dari mujizat itu apa? Atau apa yang dimaksud dengan mujizat?
  • Berangkat dari beberapa refrensi yang mencatat tentang pengertian mujizat, maka saya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan mujizat, ialah:  Peristiwa supranatural atau adikodrati yang  di luar batas kemampuan atau akal dan hukum alam, yang terjadi secara langsung melalui campur tangan kuasa Tuhan untuk menyatakan kehadiran, kemuliaan, dan kehendak-Nya.
  • Sebagai contoh adalah:   Allah menyediakan seekor anak domba di atas gunung Moria untuk dipersembahkan Abraham (Kej 22:1-19). Allah membelah laut teberau melalui tongkat Musa, dan membuat bangsa Israel berjalan diatas tanah yang kering (Kel 15:15-31). Sadrah, Mesah dan Abed Nego diselamatkan dari dapur perapian yang menyala-nyala (Dan 3:1-30). Kelahiran Yesus melalui rahim perawan Maria (Mat 1:18-25), dll.

KITAB MUJIZAT

  • Bagi orang-orang yang tidak mengenal Kristus, Alkitab mungkin hanyalah sebuah buku sejarah terbaik dan terlengkap yang pernah ada, Alkitab adalah catatan Filsafat yang berisikan berbagai pengetahuan, buku tua, kering dan mati sebagaimana buku-buku pengetahuan lainnya atau sebagaimana kitab suci berbagai kepercayaan lainnya.
  • Namun jika kita memeriksa dan mempelajari isi Alkitab ini, maka kita akan menemukan bahwa Alkitab bukanlah buku biasa sebagaimana yang disampaikan diatas.  Alkitab adalah sebuah kitab mujizat. Alkitab adalah mata air kehidupan, sumber kuasa, pesan yang hidup dan yang memiliki Tuhan disetiap lembar dan tulisannya. Dengan kata lain, Alkitab adalah Anak Allah yang hidup dalam bentuk cetakan (Ibr 4:12-13).
    • Disamping mencatat mujizat yang dialami Abraham dan Sara ketika melahirkan anak (Rom 4:18-20). Alkitab juga mencatat mujizat bangsa Israel; laut merah terbelah, aliran mujizat terjadi setiap hari selama berjalan di padang gurun, dipimpin oleh tiang awan dan tiang api, batu mengeluarkan air, manna dan daging, dsb (Kel 14, 16, 17).
    • Kelahiran Yesus ditandai dengan mujizat, rangkaian pelayananNya juga penuh dengan mujizat, dan kebangkitanNya adalah puncak dari mujizat. Bahkan setiap doa para tokoh iman dan para rasul  yang dijawab adalah mujizat.
  • Melihat kebenaran yang diuraikan diatas maka dapat kita mengerti bahwa: Alkitab tidak hanya mencatat tentang berbagai peristiwa supernatural, tetapi merupakan mata air kehidupan, sumber kuasa, pesan yang hidup dan yang memiliki Tuhan disetiap lembarnya. Jika mujizat ada di jaman bangsa Israel, di jaman Yesus dan para rasul, maka mujizat juga ada dan dapat kita alami sekarang (Ibr 13:8).
  • Pertanyaannya adalah, bagaimana mengalami mujizat setiap hari?
  1. PIKIRAN TERTUJU PADA MUJIZAT (MZM 105:1-5).
  • Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay:2,5 ayat bacaan kita ini, khususnya kalimat yang berbunyi: Percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib (ay:2b), ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya (ay:5a).
  • Kalimat, “percakapkanlah segala…, dan ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, menjelaskan bahwa kunci untuk mengalami mujizat setiap hari ialah, pikiran kita harus terus-menerus tertuju pada mujizat, bukan pada keragu-raguan atau kekuatiran apalagi pada ketakutan!
  • Orang yang diberkati adalah orang yang berpikiran penuh iman kepada Allah dan kepada Firman-Nya, mereka berada pada posisi dimana keraguan tidak memiliki tempat/tidak diinginkan, keraguan dan ketakutan menyingkir dari padanya karena iman yang terus dipupuk, di pelihara sehingga pikirannya hanya tertuju pada mujizat.  
  • Bd: Yesus adalah Pribadi yang pikiran-Nya tertuju pada mujizat. Ia berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air” (Yoh 2:7), melalui cara itulah Ia melakukan mujizat (Bd, Yoh 6:63). Demikian dengan Elia, Paulus, Petrus, dll, pikiran mereka tertuju pada mujizat.
  • Sekali pikiran seseorang tertuju pada mujizat, maka ia akan menyaksikan berbagai pemandangan yang lazim pada gereja mula-mula. Tetapi sebaliknya, jika pikiran kita tertuju pada keragu-raguan/pada dunia, maka tidak akan ada sesuatu yang luar biasa yang akan ditemukan.

2. GUNAKAN IMAN DENGAN BERANI (IBR 4:16).

  • Perhatikan kalimat: Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia,… Untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Pernyataan ini berupa himbauan bagi setiap orang yang telah dibenarkan oleh darah Yesus, supaya mereka menggunakan imannya  dengan berani; berani berbicara kepada sakit penyakit atau kepada setiap gunung persoalan, berani  bertindak  atau melakukan Firman Tuhan, dengan demikian kita akan mengalami petolongan Tuhan pada waktunya/mengalami mujizat setiap hari.
  • Roh Kudus menghormati Firman yang diucapkan dan yang dilakukan. Semakin berani kita mengucapkan atau memperkatakan Firman, maka semakin besar kemenangan kita. Semakin berani kita bertindak sesuai dengan Firman Tuhan atau melakukan Firman Tuhan, maka semakin besar keberhasilan kita dalam menghadapi sakit penyakit dan berbagai jenis persoalan (Ams 28:1).
  • Menggunakan iman dengan berani, artinya adalah; Berbicara atas nama Tuhan atau datang dalam nama Yesus dan bertindak sesuai dengan Firman Tuhan. Seperti contoh: Yoh 14:13 ; 15:7. Mat 18:19, dll. Semua ucapan tersebut adalah perkataan Yesus, dan Bapa mendengar perkataan Anak-Nya. Ketika kita memakai perkataan Yesus, maka seakan-akan Anak-Nya yang sedang berbicara/berdoa kepada Bapa lewat bibir kita. percayalah, tidak ada apapun bisa mengabaikan perkatan-Nya (Yoh 14:13).

Video Lengkap Youtube: https://youtu.be/NEp0fjk03bo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *