MENGIKUTI RENCANA ALLAH (YES 14:24)

concept, man, papers-1868728.jpg

Pendahuluan

  • Perhatikanlah ungkapan kalimat yang berbunyi: Seperti yang Ku maksud demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Ku rancang demikianlah akan terlaksana.
  • Kalimat, “seperti yang Ku maksud dan seperti yang Ku rancang” menjelaskan kepada kita sekalian bahwa: Allah memiliki rencana dan Allah akan selalu melaksanakan rencana – rencanaNya.
  • Luar biasanya adalah, ucapan ini diawali lebih dahulu dengan mengucapkan sumpah  yakni; Dia (Allah) bersumpah demi FirmanNya (Yes 24;14a).  
    • Bd: Manusia bersumpah demi Alkitab atau Lembaga yang lebih besar dari padanya karena memang demikianlah hukum dalam bersumpah.
    • Problemnya adalah Allah tidak memiliki sesuatu apapun yang lebih besar dari dirNya, itu sebabnya Ia bersumpah demi FirmanNya (demi diriNya sendiri).

Rencana Allah tidak boleh diganggu gugat

  • Ketika Allah mengucapkan sesuatu dengan terlebih dahulu diawali dengan mengucapkan sumpah, maka itu menjelaskan bahwa:
    • Mengikuti dan mempercayai rencana Allah adalah merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kehidupan kita.
    • Rencana Allah itu tidak boleh diganggu gugat oleh manusia, dan juga tidak boleh ditawar – tawar.
  • Bd: Masih banyak orang percaya yang menginginkan agar Allah mengikuti rencana/ kehendak mereka dan mentaatinya. Itu sebabnya, Ketika para murid berkata: Ajarlah kami berdoa? Maka Kristus mengatakan: Bapa kami yang di Sorga,… jadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga (Mat 6;9-10).
  • Belajar dari kebenaran ini maka dapatlah kita mengerti bahwa: tugas utama setiap orang percaya adalah mengenal rencana Allah, mengerti rencana Allah, dan menjalani kehidupan kita dengan berorientasi kepada rencana Allah.

Mungkinkah mengetahui rencana Allah?

  • Sebelum era seorang filsuf terkemuka bernama Imanuel Kant, yakni; tahun 1700-an-1800an. Di Inggris beredar sebuah arus pemikiran yang mengatakan bahwa: Manusia mempunyai pengetahuan melalui panca indera (Rasio Praktika; Jhon Locke, Berkeley, David Hume – British Pilisophy).
    • Kita tau karena kita bisa melihat, memegang, dsb. Tanpa adanya data dari panca indera, maka pikiran kita tidak mungkin mengerti. Pengetahuan ini disebut dengan pengetahuan empiris.
  • Di Eropa beredar arus pemikiran yang menyatakan bahwa: Pikiran tanpa inderapun sangat memungkinkan seseorang untuk mengerti/ mengetahui sesuatu. Pengetahuan ini disebut sebagai kemurnian dari fungsi pikiran itu sendiri (Rasio Murni; Rene Descartes, Baruch Spinoza, Leibniz – Continental Pilosophy ).
    • Misalnya: kita mengetahui 5+5=10 bukan karena indera tapi karena pengertian yang murni. Demikian juga dengan ciptaan Tuhan lainnya; matahari, bulan, bintang, dst. 
  • Filsuf Imanuel Kant mencoba menggabungkan kedua arus pemikiran ini dengan mengemukakan bahwa pengetahuan terdiri dari fenomena world dan noumena world. Dalam dunia fenomena kita boleh menghitung, mengetahui bahkan mengerti arti hidup, tapi diluar itu kita terbatas/ tidak mungkin mengetahunya.
    • Kant menyebutkan, pengetahuan ada banyak bidangnya, bahkan dia menyebutkan ada tiga bidang pengetahuan, yakni: Rasio Praktika-Empiris, Rasio Murni, dan Rasio Penilaian-Penghakiman, tetapi semua tidak melebihi batas.
    • Jika ditanya, manakah yang lebih tampan, pria A atau pria B ? maka kita tidak bisa mengambil photo lalu menghitung dengan angka. Pengetahuan disini sudah melebihi angka dan pengertian murni tapi berdasarkan penilaian (subjektif).
  • Setelah jaman Imanuel Kant, muncullah dua orang yang sangat terkemuka di Inggris. Bernama: Herbert Spencer dan Hendri Huxley (1900an). Mereka berkata: Tidak mungkin mengatahui banyak hal yang berada diluar batasan manusia.
    • Pemikiran ini menjelaskan bahwa dunia kita ini terbagi dua, yakni; dunia yang bisa diketahui dan dunia yang tidak bisa diketahui. Dengan kata lain, intelek dan inteligensi manusia itu terbatas. Sehingga tidak mungkin mengetahui rencana/ kehendak Alah yang maha besar, luas dan tak terbatas.
    • Bd: Rasul Paulus menekankan supaya setiap kita berusaha mengerti kehendak/ rencana Allah (Ef 5;15-17). Dengan kata lain, Allah yang tidak kelihatan, yang begitu besar dan kekal mungkin dimengerti oleh otak kita yang terbatas.

Nyanyian dan Perjamuan Kudus

  • Tenanglah kini hatiku, Tuhan membimbing Langkah hidupku
  • Tuhanlah perlindunganku, Dialah…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *