Pendahuluan
- Kita hidup ditengah – tengah era globalisasi dan digitalisasi, yakni; era dimana segala sesuatu bergerak dengan sangat cepat dan serba digital.
- Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan gedung – gedung megah dipengaruhi oleh digital.
- Pelayanan dan pekerjaan masyarakat luas pun melibatkan sarana – prasarana digital.
- Demikian pula dengan kebisingan serta berbagai persoalan juga banyak diakibatkan dan diselesaikan oleh kemajuan digital.
- Dibalik semua daftar yang masih banyak lagi yang dapat disebutkan dengan jelas sebagai akibat dari kemajuan tekhnologi ini, ada satu hal yang tidak dapat ditangani/ diselesaikan secara digital, yakni: RASA SAKIT.
- Tidak perduli secanggih apapun alat digital tersebut sebab rasa sakit adalah sesuatu yang kasat mata.
- Ayat Alkitab yang kita baca ini menyebutkan rasa sakit itu sebagai ‘rintihan’, yakni rintihan atau rasa sakit yang berasal/diakibatkan oleh sebuah luka;
- Seakan – akan ia “tertusuk” atau “tertikam”. Bukan tikaman secara fisik tapi tikaman dalam jiwa sebab jiwanyalah yang berseru.
- Bd: Rasa sakit atau rintihan yang diakibatkan oleh pukulan atau tikaman jiwa ini biasanya jauh lebih sakit dari tikaman tubuh secara fisik. Hal itu terlihat dari:
- Tidak dapat dideteksi oleh alat ukur digital manapun didunia ini.
- Dapat mengakibatkan rasa sedih, pikiran yang terganggu, bahkan membinasakan tubuh.
- Bd: Ada orang yang merasa sakit/disayat hatinya karena luka dimasa lalu, disalahpahami, diperlakukan secara tidak adil, dikatai dengan hal – hal yang sama sekali tidak benar oleh orang yang dipercayai/dihormati/dicintai, dikomentari dengan sambil lalu.
Penawar rasa sakit
- Pertanyaannnya adalah, apa penawar yang paling mujarab atas rasa sakit yang diakibatkan oleh pukulan atau tikaman dalam jiwa ini?
- Jika kita mengerti apa yang merupakan penawar dari rasa sakit yang diakibatkan oleh sayatan hati ini, maka kita bisa menyembuhkan luka tersebut didalam diri kita sehingga kita terbebas dari belenggu penderitaan/rasa sakit, dan dapat mengubahnya menjadi keindahan.
- Jangan Mau Terbebani Oleh Apapun (I Yoh 1;9).
- Saya yakin dengan sungguh – sungguh bahwa alasan mengapa Alkitab menuntun kita untuk meminta ampun adalah agar setiap kita tidak terbebani oleh apapun. Itu sebabnya mengapa kalimatnya berbunyi: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita.
- Luarbiasanya adalah, Tuhan tidak berhenti sampai batas mengampuni kita saja (pada hal di ampuni saja sudah lebih dari cukup). Alkitab berkata bahwa: Ia akan menyucikan kita dari segala kesalahan/kejahatan kita.
- Ketika Dia menyucikan kita dari segala kesalahan, itu artinya; Ia memberikan kepada kita kebenaran untuk berdiri dihadapan Bapa tanpa terbebani oleh apapun.
- Bebas dari segala kesalahan, kata – kata/sikap yang tidak baik, dan kegagalan – kegagalan masa lalu, sehingga kita lepas dan bebas untuk melakukan segala hal dimasa depan termasuk untuk menerima hak – hak kita dihadapan Bapa.
- Cara terbaik untuk terbebas dari hal – hal yang membebani hidup kita adalah dengan membuang dari dalam pikiran kita semua hal yang tampaknya menentang kita.
- Memikirkan faktor – faktor negatif justru akan membangun kekuatan yang sebenarnya tidak kita miliki. Bahkan membicarakan keluhan – keluhan hanya akan menambah keluhan – keluhan tersebut.
- Bd: Perbedaan antara gagal dan sukses kerap kali didasarkan pada tindakan yang diambil dalam mengatasi masalah tersebut bukan membicarakan dan bertanya – tanya dalam hati mengapa tidak ada orang lain yang melakukan sesuatu.
- Bd: Seekor sapi yang masuk kedalam ladang jagung. Kita bisa saja mengeluhkannya sepanjang hari, tetapi itu tidak akan meningkatkan produksi susunya, dan mengeluarkannya dari ladang jagung, sebab sapi tidak tanggap pada keluhan.
Kemewahan kristiani yang mahal
- Menjalani suatu kehidupan yang tidak mau mengampuni adalah sama seperti menarik rem tangan ketika seseorang mengendarai mobil. Itu menyebabkan kita bergerak lambat dan membuat kita kehilangan momentum baik didepan.
- Salah satu kemewahan kristiani yang sangat mahal namun sering dilewatkan oleh orang percaya adalah tidak mau mengampuni orang lain.
- Dendam akan menghilangkan damai sejahtera dari kehidupan kita sehari – hari. Sama seperti kanker yang mematikan, ia menghancurkan organ vital dari kehidupan kita.
- Hal yang paling menyedihkkan dan paling mengerikan dari orang yang mendendam adalah keluhan atau kebencian selama bertahun – tahun.
- Beban terberat yang dapat membebani pundak kita adalah dendam dan keluhan. Jika kita ingin melakukan perjalanan jauh dengan cepat, maka kita perlu meringankan beban kita dengan cara membuang segala beban; iri hati, kecemburuan, kesedihan, dendam dan rasa takut.
Mengampuni adalah karakteristik dari orang yang kuat
- Jangan sekali – kali menolak pengampunan atau kesempatan untuk mengampuni. Orang lemah tidak dapat mengampuni karena pengapunan adalah suatu karakteriskti dari orang yang kuat.
- Ketika kita menjalani kehidupan dan menolak untuk mengampuni, maka yang terjadi adalah pembalasan dendam.
- Tetapi balas dendam adalah penipu, kelihatannya manis tapi sering sekali pahit.
- Selalu lebih mahal membalas dendam daripada mengampuni.
- Kita tidak pernah bisa menang dengan berusaha membuat sekor seri.
- Mulailah terbiasa untuk mengampuni. Pengampunan membawa kita kepada prestasi yang tertinggi. Tanpa pengampunan, kehidupan akan diarahkan pada siklus tanpa akhir dari sebuah kemarahan. Dia yang tidak mengampuni musuhnya tidak akan pernah merasakan salah satu kesukaan paling indah dari sebuah kehidupan.
Nyanyian dan perjamuan kudus
- Padang gurun menjadi taman Tuhan
Tuhan yang besar/Ku hidup karena percaya


