3 KUNCI UTAMA UNTUK MENGALAMI HAL – HAL BAIK DARI TUHAN di 2020

Pendahuluan

  • Pada minggu pertama yang lalu kita telah belajar kitab Injil Luk 5;1-6. Kisah yang dicatat dalam pasal ini mengajarkan kepada kita sekalian tentang, bagaimanaYesus Kristus sangat tertarik/perduli akan masa depan umatNya,keberhasilan umatNya, sangat rindu agar setiap kita mengalami hal – hal baik dan  hebat.
    • Hal itu tampak jelas dari kisah kehidupan Petrus sang nelayan gagal yang dicatat dalam ayat Alkitab ini namun tiba – tiba berubah menjadi seorang yang mendapatkan tangkapan yang hebat. Seorang pecundang menjadi pemimpin kebangunan rohani yang dahsyat, seorang yang tidak berpendidikan namun Tuhan pakai menjadi penulis Alkitab.
    •  Apa yang disampaikan oleh kisah petrus sang nelayan gagal yang mengalami hal – hal hebat ini mengajarkan bahwa Yesus Kristus tertarik/peduli dengan keberhasilan dan masa depan kita; Ia tidak senang dengan kegagalan dan kemunduran yang kita alami. Jika tidak demikian tentulah Yesus tidak akan  melakukan mujizat dan membawa Petrus mengalami tangkapan yang hebat.
    • Pertanyaannya adalah, apa petunjuk Alkitab agar setiap kita dapat mengalami hal – hal hebat sebagaimana yang dijanjikanNya dalam FirmanNya, dan sebagaimana yang telah dilakukanNya kepada Petrus dan yang lainnya?  Ada beberapa cara, yakni:
  1. Memiliki sikap hidup yang baik (Dan 6;1-4).
    • Alkitab yang kita baca ini memberitahukan kepada kita bahwa Daniel dan ketiga temannya mengalami hal – hal hebat dari Tuhan; mereka dipromosikan ditengah – tengah masyarakat yang jahat dan fasik. Padahal mereka adalah warga tawanan, dan dianggap sebagai golongan masyarakat terendah.
      • Walau mereka warga tawanan, masyarakat golongan terendah, namun Alkitab mencatat bahwa mereka diperkenan oleh 4 raja di dua system Negara yang berbeda, yakni Babel dan Persia. Apa rahasianya? Sikap hidup yang baik (Dan 6;4).
      • Bd: Frasa “roh yang luar biasa” yang dicatat dalam ayat Alkitab ini bukan menunjuk pada bagian atau susunan kehidupan manusia seperti roh, jiwa dan tubuh. Dimanapun diseluruh Alkitab “roh yang unggul/luar biasa” itu menunjuk pada sikap hidup yang baik/yang unggul.  

Sikap hidup menentukan ketinggian kita

  • Masyarakat kita secara keseluruhan (termasuk orang Kristen) telah terlatih untuk melakukan apa yang benar saat ada orang yang melihat. Sikap hidup seperti ini hanya akan mengembangbiakkan gaya hidup rata – rata, dan tidak akan membuat kita mengalami hal – hal hebat dari Tuhan. Bd: Test kejujuran yang dilakukan oleh media televisi…
    • Apabila seseorang memiliki sikap hidup yang baik/unggul, maka sikap hidup yang baik itu akan membuat kita naik, dipromosikan dalam bisnis, dalam pelayanan, disekolah dan lingkungan lainnya. Tidak ada apapun yang dapat membatasi sikap yang baik. Bd: Krim yang naik dipermukaan kopi.
    • Tuhan senang agar setiap kita menjadi yang terbaik, tetapi menjadi yang terbaik itu dimulai dari dalam hati. Jika kita tidak dipromosikan, belum makmur, bergumul memenuhi kebutuhan hidup atausering dilewatkan saat masa – masa promosi tiba, jangan – jangan alasannya adalah karena kita tidak memiliki sikap yang baik.
    • Bd: Perumpamaan tentang talenta (Luk 25;14-23 ; 24-30).
  1. Melakukan berbagai hal dengan cara Tuhan (Mat 6;33).
    • Yang dimaksud dengan kalimat, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya” dalam penulisan ayat Alkitab ialah menunjuk pada, bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita melakukan berbagai hal dengan cara Allah. Bd: Kerajaan berbicara mengenai budaya, aturan, hukum, atau undang – undang.
      • Cara kerja kerajaan Allah berbeda dengan cara kerja dunia. Dalam kerajaan Allah cara untuk menuju keatas/menjadi besar adalah dengan turun/menjadi hamba (Mrk 10;44). Memberi adalah lebih baik dari pada menerima (Kis 20;35). Dalam menangani musuh, kasihi dan berkati mereka (Mat 5;44).
      • Tidak perduli kita sedang berada dalam situasi apa, orang yang melakukan berbagai hal dengan cara Tuhan akan melayani/mengerjakan apapun dari hati, seakan – akan ia sedang melayani Tuhan secara langsung. Walau mereka sudah bekerja keras dan tidak mendapat pujian, kalimat – kalimat bos berlawanan dengan kata hati, tetapi mereka tau bahwa Tuhan adalah sumber mereka.
      • Bd: Efesus 6;5-7. Pengkhotbah 9;11. 1 Korintus 1;27).
  1. Bekerja sama dengan Tuhan ( Mzm 75;6-8).
    •  Ayat Alkitab yang kita baca ini menyampaikan bahwa, Tuhan adalah sumber peninggian atau promosi. Tuhan-lah satu – satunya pribadi yang dapat membawa kita mengalami hal – hal hebat serta menakjubkan dimasa depan. Itulah sebabnya mengapa kalimatnya berbunyi: Jangan mengangkat tandukmu tinggi – tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher! Sebab … (Mzm 75;6-8).
    • Kita semua tentu mengenal bahwa ada banyak orang – orang percaya yang belum atau tidak mengalami hal – hal baik sepanjang hidupnya/sepanjang ia menjadi orang percaya; atau mungkin kita-lah orang itu, yakni orang yang tidak mengalami promosi dan penyediaan hal –hal hebat dari Tuhan Allah
    • Pertanyaannya, jika memang benar Tuhan adalah sumber promosi. Mengapa banyak orang yang belum mengalami promosi, padahal mereka adalah orang – orang di dalam Tuhan? Apakah karena Tuhan pilih kasih sehingga mereka tidak mengalaminya? Atau apakah Tuhan memilih untuk memberkati beberapa orang, kemudian mengabaikan orang – orang tertentu? Jawabannya, tentu saja tidak!

Promosi tidak terjadi secara otomatis (Rom 2;11. Bd, Mat 5;45).

  • Rasul paulus mengemukakan bahwa, “Tuhan tidak memandang bulu” (Rom 2;11). Bahkan dalam khotbahNya diatas bukit, Yesus Kristus berkata: Allah menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Mat 5;45).
    • Artinya, promosi serta hal – hal hebat dimasa depan telah tersedia bagi setiap orang dimuka bumi ini, namun itu tidak terjadi secara otomatis. Ia membutuhkan kerjasama, yakni; memilih untuk meresponi FirmanNya dengan iman yang aktif/iman yang disertai tindakan/bekerja sama dengan Dia (Ef 3;20).
    • Bd: Cara kerja Tuhan ialah, selalu memberikan kuasa untuk memilih kepada setiap orang (Ul 30;19). Tuhan tidak akan pernah memaksa siapapun untuk menerima segala sesuatu yang telah Ia sediakan bagi kita, kecuali kita mau melakukan sesuatu atas apa yang kita percayai (Lih, Yak 2;19-20).  

Nyanyian:

  • Ku hidup karena percaya.
  • Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah – limpah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *