Pendahuluan
- Berbicara mengenai membangun masa depan, saya ingin lebih dahulu mengawalinya dengan mengatakan tiga hal, yakni:
- Masa depan tidak ditentukan oleh keadaan – keadaan yang terjadi disekeliling kita, baik keadaan – keadaan yang tidak dapat dikendalikan maupun keadaan – keadaan yang tidak dapat diperkirakan.
- Masa depan tidak ditentukan oleh kondisi – kondisi yang akan terjadi dimasa yang akan datang, apakah itu baik atau buruk.
- Masa depan dipengaruhi oleh apa dan bagaimana sikap yang kita miliki terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, terhadap dunia sekitar, terkhusus terhadap Allah, inilah yang menentukan masa depan kita.
Testimony
- Sebelum kita berbicara panjang lebar tentang membangun masa depan sebagaimana topik pembahasan kita diminggu pertama bulan januari ini, perkenankan saya lebih dahulu menceritrakan kepada kita sekalian sebuah kisah inspiratif dari seorang pria Kristen yang Tuhan tolong keluar dari masa – masa keterpurukannya.
- Seorang pria Kristen sedang berdiri disuatu sudut kota, dipinggir jalan dengan keadaan sangat putus asa dan bimbang. Ia baru saja kehilangan segalanya; bisnisnya, rumahnya, dan barusan adalah mobilnya. Ia sadar bahwa ia harus bekerja demi mempertahankan hidup.
- … sopir truk itu berkata: Kedengarannya itu sangat sulit dan rumit. Tetapi, sembari menyentuh pundaknya, si sopir berkata, “dengar bro. kamu lebih tangguh dari semua persoalan ini kan? Dan jangan lupa bahwa Alah pasti menolongmu. Apa yang terjadi padamu dimasa depan benar – benar tergantung pada bagaimana kamu memikirkan berbagai hal sejak saat ini.
- Dengan kata lain, sang sopir truk itu berkata; Sikap kita terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain, terhadap dunia sekitar, dan terhadap Allah-lah yang menentukan akan seperti apa masa depan kita.
Yesus Kristus sangat peduli akan masa depan umatNya
- Ayat Alkitab yang kita baca ini menjelaskan bahwa Yesus Kristus sangat tertarik/sangat perduli akan masa depan umatNya. Hal itu terlihat jelas dari apa yang dikemukakan oleh Luk 5;1-6 ayat bacaan kita ini.
- Dikisahkan bahwa, suatu ketika Petrus, dkk, sudah mencari ikan semalam – malaman, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa. Ini bukanlah hal yang lazim bagi mereka karena Petrus adalah penjala kawakan. Ia pasti memiliki jala yang baik, perahu dan tim yang baik, paham tempat ikan yang banyak, dan ia adalah nelayan yang gigih. Namun, orang yang hebat sekalipun ternyata bisa gagal.
- Keesokan harinya, para nelayan kawakan itu membersihkan jalanya dipinggir pantai, mereka lelah dan tidak bersemangat. Pada saat itu-lah Yesus datang dan meminjam perahunya untuk pelayanan. Setelah Yesus mengajar, Ia meminta Petrus bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jalanya, lalu kemudian mereka menangkap ikan yang sangat banyak. Bagi para nelayan, tangkapan mereka adalah gambaran dari masa depan mereka.
- Apa yang ingin dijelaskan oleh kisah ini ialah, bahwa Yesus tertarik/peduli dengan keberhasilan dan masa depan kita; Ia tidak senang dengan kegagalan. Jika tidak demikian, tentu-lah Ia tidak akan melakukan mujizat/membiarkan Petrus mengalami tangkapan hebat itu.
- Bd: Jika anak kita berkata, “ayah, aku gagal total dalam kehidupanku. Apapun yang kusentuh hancur berantakan. Masalahku banyak dan tidak teratasi, aku tidak bisa kerja dengan benar dan tidak akan pernah bisa berubah? Apakah kita akan berkata: Oh, bagus.., senang sekali saya mendengarnya, ini benar – benar membuat saya nyaman, apakah begitu? Sebagai ayah, tentu kita ingin anak kita berhasil, bukan?
- Bd: Yesus tidak pernah membuat mujizat tanpa tujuan. Ingat mujizat pertama di Kana? (Yoh 2;1-11).
Sikap yang benar menghasilkan masa depan yang benar
- Bagi orang – orang tertentu, masa depan merupakan sesuatu yang sangat sulit. Banyak orang melihat berbagai masalah didalamnya, bahkan mungkin menumpuk hingga setinggi bintang dilangit. Tidak heran jika kemudian orang – orang seperti itu akan menjadi kewalahan dan tidak perduli soal masa depan.
- Beberapa orang memiliki reaksi yang berbeda dalam memandang/menyikapi masa depan. Ada orang – orang yang berfokus hanya kepada fakta dan membiarkan fakta itu menggilas mereka, namun ada pula sebahagian orang yang mengambil fakta – fakta itu dan menghasilkan sesuatu yang besar daripadanya.
- Kisah hidup Petrus sang nelayan yang gagal total namun memiliki sikap hidup yang benar ini, pada akhirnya menghasilkan hal – hal yang besar dimasa depannya, yakni; memimpin pergerakan gereja mula – mula, pengkhotbah yang paling disegani, pembuat mujizat, dsb.
Sikap benar yang dimiliki oleh Petrus
- Beberapa sikap benar yang dimiliki oleh Petrus, yang tampak dalam perjumpaannya dengan Yesus dipinggir pantai Galilea, antara lain:
- Petrus bersedia meminjamkan perahunya (bisnisnya) untuk pelayanan Yesus (Luk 5;3).
- Apakah Dia dapat melayani orang lain melalui pekerjaan kita, atau kita sering memisahkan antara pekerjaan dengan kerohanian?
- Kehadiran Kristus sebagai rekan dalam menjala ikan menjadikan Petrus memperoleh tangkapan yang hebat (Mat 6;33).
- Petrus patuh pada petunjuk Kristus (Luk 5;4).
- Reaksi Petrus pada pimpinan Yesus bagus sekali. Ia tidak membantah dan tidak mengikuti perasaannya yang kelelahan.
- Mengapa harus bertolak ketempat yang dalam? Karena ikan – ikan besar berada ditempat yang lebih dalam. Artinya, Yesus ingin agar kita tidak puas berada di “pinggiran” pantai atau tempat yang dangkal.
- Berpegang pada janji Kristus (Luk 5;5).
- Ketika Yesus meminta Petrus menebarkan jala, Ia tidak berkata bahwa, jika ia melakukannya maka ia akan berhasil menangkap banyak ikan. Petrus tau bahwa apabila Yesus yang memintanya maka ia akanmendapatkannya.
- Bd: Althea Gibson adalah pemain tennis terbesar di dunia, kisah hidupnya mengajarkan bahwa, ketika kita menghadapi kesulitan atau kekacauan, itu bisa sangat sukar, dan tidak ada yang bisa menyangkalinya. Tetapi jika kita memiliki sikap/pandangan yang benar, maka sesuatu yang besar dapat dihasilkan melalui masalah besar. Ingat, sikap kita menentukan masa depan kita.
- Petrus bersedia meminjamkan perahunya (bisnisnya) untuk pelayanan Yesus (Luk 5;3).
Nyanyian penyembahan dan perjamuan kudus
- Sering ku tak mengerti, jalan – jalan Mu Tuhan
- Engkau yang lebih tau
- Sekalipun aku dalam lembah kelam


