MERANGKUL GENERASI DIGITAL (KIS 2:14-21).

GEnerasi digital, gbi life springs berastagi

Pendahuluan

  • Sepanjang bulan Juli ini gereja kita akan fokus pada pokok/thema pembahasan yang berjudul: Merangkul Kaum/Generasi Digital. Penggunaan istilah atau sebutan kau generasi digital, menjelaskan bahwa generasi yang dibicarakan ini berbeda dengan generasi yang lahir sebelumnya, yakni generasi digital immigrant yaitu generasi dimana seseorang lahir sebelum era digital dan harus beradaptasi dengan tekhnologi dikemudian hari.
  • Sedangkan generasi digital adalah generasi yang lahir serta tumbuh di era dimana informasi dan teknologi, seperti; komputer, internet, telephone selular, sosial media, mesin dan robot berkembang dengan sangat cepat dan masif, bahkan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka sehari-hari.
  • Berikut adalah gambaran dari karakteristik generasi/kaum digital, yakni terdiri dari tiga bagian, antara lain: Generasi Milenial (Gen Y): Lahir sekitar 1981–1996. Generasi Z (Gen Z): Lahir sekitar 1997–2012. Generasi Alpha: Lahir mulai 2013.

Pewaris gerakan Roh Kudus di akhir zaman

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan bahwa generasi digital adalah pewaris dari gerakan Roh Kudus yang baru dan yang menggairahkan di akhir zaman, mereka adalah para juara-juara hebat yang akan Allah pakai untuk membawa Injil kepada generasi berikutnya, atau mungkin mereka adalah generasi terakhir yang akan menerima janji Allah ini, bahwa; Pada hari-hari terakhir Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan (Kis 2:17).
  • Menyadari bahwa generasi digital adalah pewaris dari gerakan Roh Kudus yang menggairahkan di akhir zaman, dan merupakan juara-juara hebat yang akan Allah pakai untuk membawa Injil kepada generasi berikutnya, maka; Gereja perlu mengerti bagaimana cara memperlakukan, memberi diri untuk mengasihi, merangkul serta menerima mereka, baik laki-laki maupun perempuan sebagai pemberian Allah yang paling besar serta menuntun mereka dalam menerima warisan mereka di dalam Allah melalui hidup kita?
  • Bd: Generasi digital tumbuh dan dibesarkan ditengah-tengah masyarakat yang dikuasai oleh keegoisan, hedonisme, mementingkan diri sendiri, dll, (2 Tim 3:1-5). Dengan bersedia merangkul mereka, sesungguhnya kita sedang menyenangkan Roh Kudus, meresponi panggilanNya untuk meluncurkan generasi berikut untuk mengalami kasih dan rencana-Nya bagi mereka dimasa depan (Kis 2:21).
  • Bd: Generasi digital ini akan menuntun kita – umat manusia – memasuki masa depan, terlepas bagaimana kita memandang atau menjuluki generasi ini karena hal-hal yang baik atau yang buruk yang mereka lakukan atau bagaimana sebutan mereka menurut Allah atau orang-orang pada umumnya; mereka akan membentuk kebudayaan, kebiasaan serta gaya hidup yang baru diseluruh negara-negara. Itu sebabnya gereja harus perduli dan mengerti bagaimana merangkul mereka.

Bumi menderita sakit parah

  • Jika kita membaca dan mencermati bunyi Firman Tuhan yang ditulis dalam 2 Tim 3:1-5, maka kita akan mengerti bahwa kondisi serta keadaan bumi dimana kita hidup sekarang Semakin menderita penyakit parah dan semakin rusak: manusia mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, membual, sombong, pemfitnah, memberontak pada orang tua, tidak tau terimakasih, tidak peduli pada agama, tidak mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekan orang, tidak mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,…
  • Sangkin parahnya kerusakan dan penderitaan yang sedang dialami bumi ini, Alkitab memberitahukan bahwa suatu saat nanti Allah akan memusnahkan langit dan bumi hingga lenyap, dan akan menurunkan langit dan bumi yang baru (Why 21:1,4). Hal ini menjelaskan bahwa Allah menentang setiap kebudayaan dan gaya hidup yang rusak sebagaimana yang dilaporkan Paulus dalam 2 Tim 3:1-5.
  • Jika kita mengetahui bahwa kita memiliki sakit parah, dan bahwa hanya beberapa waktu saja kita akan bertahan. Kemungkinan, hal apa yang akan kita lakukan? Mungkin kita akan mempersiapkan hidup sebaik mungkin, menggunakan waktu yang tersisa mencari Tuhan, membagikan kepada keluarga atau teman apa yang bisa dibagikan, dan yang lebih penting memastikan kemana kita akan pergi sesudah kematian? Mengapa demikian? Karena bagi kita, masa depan lebih penting daripada masa lalu.
    • Kesadaran akan kondisi dan keadaan kita akan menolong kita membentuk keputusan-keputusan kita; kita akan berhenti menjadi hamba uang karena mengetahui bahwa uang tidak bisa ditransfer ke sorga/neraka (Pengk 2:18).
    • Seorang kaya yang sedang sekarat berkata, “saya membenci mantan istri dan anak-anak saya. Mereka tidak berada disini bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal. Mereka seperti burung nazar. Tau begini, dulu saya tidak akan bekerja satu haripun”.

Kunci agar terhindar dari kehancuran

  • Alkitab memberitahukan bahwa tidak seorangpun dari antara miliaran penduduk manusia yang hidup di muka bumi ini dapat menjauhi Kristus/Firman Tuhan tanpa terhindar dari kehancuran. Kapan saja kita menjauh dari Kristus/Firman Tuhan, maka dunia kita akan segera runtuh, sebab tidak ada otoritas yang menopang. Begitulah dahsyatnya kuasa otoritas Kristus/Firman Tuhan itu (Kol 1:16-17. Ibr 11:3).
  • Para orang tua yang sungguh-sungguh menginginkan masa depan yang terbaik bagi anak-anaknya, perlu menyimak nasehat berharga ini: Jangan memberikan bimbingan yang tidak Alkitabiah kepada anak-anak, jangan membisu terhadap keputusan-keputusan yang dapat mengakibatkan kesalahan-kesalahan tragis pada anak-anak.
  • Bd: Amatlah bodoh bagi kita untuk mencoba memberontak pada hukum gravitasi, mereka yang melakukannya selalu mendapati bahwa memberontak pada hukum gravitasi selalu mengakibatkan kehancuran. Demikian dengan hukum Kerajaan Allah akan membawa dampak dalam kehidupan kita baik secara fisik maupun spritual.
  • Bd: Allah-lah yang memberikan warna-warna yang spektakuler dalam ciptaanNya, rasa yang luar biasa dalam makanan, getar suara nan indah dalam musik, juga semua keindahan kehidupan dan kasihNya bagi mereka yang mengikuti Dia. Oleh sebab itu, Dia layak disembah, ditaati, dan didengarkan melebihi segalanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *